Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

08/12/12


Mana yang lebih sering anda dengar ?


  1. Tunggu ya.....!? sabar.....
  2. Tungguuuuu.....( dari orang yang lambat dan terlambat )
  3. Tunggu !!! 

Yang terakhir ? sama dong...itu artinya kita "se-nasib". Kalau saya mendengar kata ini, reaksi pertama yang saya alami ( karena memang secara alaminya begitu ? ) ya, "kepancing", yang jengkel, ingin marah, ingin nangis, ingin bales, sebel, sewot, sedih, mata merah dan mau keluar, tapiiiiii saya malu banget kalau ketahuan lagi begitu. Jadi, ya sudah ngambek aja jalan tengahnya.


Menurut analisa saya tentang orang-orang seperti ini adalah, mereka yang :
  
  #   menganggap bisa mengendalikan orang menurut kehendaknya

  #   mereka tidak pernah mau menuggu dan tidak tahu rasanya menunggu
 
 #   dan mungkin yang satu ini sedikit lebih terang-terangan 
       adalah mereka orang-orang yang egois.


Saya tahu rasanya menunggu itu sangat tidak enak, tidak nyaman, itu sebabnya saya berusaha untuk tidak membuat orang menunggu, ( tapi liat dulu orangnya, kalau orang itu sering buat saya menunggu, ya kadang saya buat juga dia menunggu, tapi tidak perlu disengaja lah, hehehe.....ya "pembalasan memang kejam")

Ok, ok jangan seperti itu, begini saja...saya berikan masukan :

pertama bagi mereka yang sedang menunggu (apapun yang ditunggu)

@  cari tempat yang nyaman

@  cari bacaan, lebih siip lagi kalau ada secangkir kopi...
      mmm dan sepotong kue
 
@  kalau sampai mengantuk ya, tidur aja. 
     Hati-hati dompet dan hp nya diamankan dulu, jangan sampai sudah capek 
     menunggu eh, harta lenyap juga

@  sabar, sabar, sabar dan sabar dan sabar daaaan sabar... 
      itu artinya anda punya buah Roh yang ke-9.









16/08/12

Ketika seorang hakim melakukan tugasnya, selalu harus berdasarkan data dan fakta bukan berdasarkan perasaan, pendengaran atau penglihatan. Namun didunia ini, terutama disekeliling kita selalu saja ada "hakim-hakim" yang menghakimi dengan sangat tidak adil, tanpa data dan fakta mereka menunjuk dengan hidungnya 
( kalau dengan jari malu terlalu menyolok) seakan-akan mereka tahu segalanya dan sudah melakukan yang benar. Saya sering bertanya "kapan sih manusia mulai belajar menghakimi ? dimana belajarnya ?
Sengaja saya menggunakan foto cucu saya, ia sedang menangis dan masih saja sempet-sempetnya difoto, kog ? ya ...karena kita anggap dia tidak sedang benar-benar menangis, dia lucu dalam keadaan begitu, dia manja dan maunya gendong aja...tapi tahukah anda mengapa ia menangis ? dan bagaimana mencari tahu mengapa ia menangis ? tentu, dengan memegangnya apakah ia kesal karena tidak nyaman di keretanya, atau ia lapar, atau b.a.b (buang air besar), seringnya kita tidak mencari tahu terlebih dahulu yang ada langsung "jangan menangis, jangan cengeng, sabar napa ? lalu ketika digendong ia makin menangis, dan hmmm apa tindakan selanjutnya ?  kesalahan demi kesalahan kita lakukan. Bayi mengantuk kita memberi dia makan atau susu sehingga ia diam, padahal ia mengantuk karena kenyang dan bosan di kereta tanpa diajak bermain, bayi lapar kita ajak jalan-jalan supaya jika ia bosan cepat tidur, bayi sudah mengompol berkali-kali, bahkan sudah buang air besar, tapi demi untuk mengirit diaper dan air plus rasa malas, kita buatkan alasan yang tidak masuk akal, "bagus kog diapernya, tahan untuk berkali-kali...dan berkali-kali lagi dst.
Bayi-bayi dan kanak-kanak sangat hebat dalam merekam peristiwa-peristiwa bahkan sebelum ia membuka matanya, maka ketika kita melakukan kesalahan-kesalahan kecil ia terus merekam dan berjanji kepada dirinya sendiri "aku akan melakukannya nanti, seperti yang mereka lakukan padaku sekarang"

Jadi, rupa-rupanya kita belajar menghakimi sejak bayi, belajar dirumah sendiri, dan 'profesor'nya adalah ayah, ibu serta orang-orang terdekat lainnya. Luar biasa. "Menghakimi" dengan benar tidak masalah, tetapi sebenarnya tidak tepat kalau kata ini dipergunaka sehari-hari,  lebih tepat disebut menuduh. Tidak tahu apa-apa langsung saja menunjuk-nunjuk dengan hidungnya.

Mat 7:2  Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mat 7:12  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Menghakimi ? itu bukan bagian saya, itu bagiannya Tuhan.
Saya sering sekali mendengar orang-orang menghakimi (menuduh) dengan "wah jangan-jangan...."
kalau ada hamba Tuhan menderita sakit atau mengalami kecelakaan, apalagi kalau jemaatnya masih sedikit, gereja masih sederhana, pendetanya belum punya rumah dan mobil, serta merta dibilang, "gerejanya gak maju, rohnya gak ada, kurang bergaul, payah, kurang berdoa, gak beriman, ada yang gak beres tuh dengan pendetanya, dan masih banyak lagi tuduhan-tuduhan lain yang tidak layak untuk ditulis.

Ya saya juga tahu ada pendeta yang tidak benar hidupnya, tetapi menghakimi mereka bukan bagian saya, itu bagiannya Tuhan, bagaimana kalau dibalik anda yang dihakimi atau dituduh berdosa ? siapkah ? Sadarkah kita bahwa menghakimi orang lain itu sama artinya dengan 'membunuh' mereka ? memang tidak langsung mati, tapi secara perlahan, membunuh karakter mereka, menghapus kepercayaan orang terhadap mereka, kalau itu teman atau kerabat, bagaimana ?

So ? berhentilah menghakimi (menuduh).
 
Yes 11:3  ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang
Rm 2:1  Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
Rm 2:3  Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?
by lydia kumolontang







07/05/12

Kota besar seperti Jakarta yang adalah ibukota negara Indonesia, sangat masuk akal jika selalu ada perubahan-perubahan seiring dengan berjalannya waktu dan zaman. Wajarnya. 
Tapi, ternyata tidak selalu demikian. Gereja Sidang Jemaat Allah, sebenarnya sudah cukup tua di Indonesia, lambat namun pasti terus maju dan mengembangkan sayapnya diseanteru Indonesia dari gunung sampai lembah, dari kota sampai desa.
GSJA Mangga Dua III/106 dirintis sejak tahun 1958, itu berarti saya belum lahir, dan umur saya sudah 52 tahun, luar biasa. Bapak Gembala Sidang yang sekarang adalah Bapak Pdt. Timothy adalah termasuk gembala senior disini, saya kagum ketika dalam usai senja beliau masih dihormati dan dikagumi oleh jemaatnya. Dengan liturgi GSJA yang "baku", lagu-lagu zaman dulu alias lama (Kidung Kidung Kesukaan), alat-alat musik klasik seperti piano dan sakzafon, terompet, paduan suara, digabung dengan singer 10 orang, pemain tamborin, penari pria dengan benderanya, oh ada drum juga ( bayangkan zaman ini nyanyi lagu "Darah Nya amat Kuasa sucikan dari dosa, lepaskan smua susah, darahNya tebus saya "(Nya-nya diganti Yesus ) pake smua alat musik yang ada termasuk drum, boleh dicoba. Digereja kami pemain musik yang muda-muda, suka bengong/melongo kalau nyanyi lagu macam itu. Saya tidak mengerti bagaimana luar biasanya kharisma seorang Gembala seperti Bapak Timothy masih terpelihara demikian rupa sehingga, jemaatnya masih setia seperti sekarang, ( kog gak nyari kandang lain ya, yang lebih spekatuler, dengan lagu-2 pop era 2000, plus pendeta, penyanyi latar, worshir leader yang hebat-hebat ? ) kepala saya sudah pegel geleng-geleng terus, tapi masih menggeleng aja. Hebat ! Luar biasa ! Ajaib ! segala kemuliaan hanya bagi Tuhan. Saya harus belajar !!!
Ibu Gembala ( Ibu Lintje ) bercerita, "tadinya sebagian besar jemaat tinggal disekitar gereja, tapi berhubung  daerah ini daerah perekonomian yang maju pesat, jadi sebagian rumah mereka "kena gusur" dan mereka terpaksa harus mencari rumah didaerah perumahan seperti Tangerang dan Bekasi, tapi Puji Tuhan, mereka masih tetap setia sampai sekarang meskipun jarak rumah mereka jauh-jauh...."( kepala saya masih menggeleng ). 
Digereja ini, bapak gembala hanya bicara beberapa kalimat saja, doa berkatnya singkat  ( gak panjang dan lebar/borongan seolah-olah berkatnya "mereka" yang punya ), suasana kebaktiannya tertib, ketika membaca Alkitab tidak perlu diundang berdiri, otomatis berdiri 
( mmm...saya malu karena nggak biasa...), suasana doanya (kalau zaman sekarang nggak rame...) tapi saya kog merinding waktu berdoa dan merasakan hadirat Tuhan yang, ternyata tidak perlu repot mengundang Roh Kudus hadir dan Dia hadir disini, Haleluya !!!
Suami saya dan saya sudah 20 tahun menjadi gembala di GSJA Serang, sulit sekali rasanya menerapkan gaya kebaktian seperti ini, ada-ada saja kritikannya, yang sama sekali tidak membangun, bahkan mematikan, mis: wah ...gak ada Roh Kudus disini...coba lihat ditempat lain, pujian dan penyembahannya luar biasa, kolektenya buanyak...disini ? ( saya ingat ada iklan rokok, "jangan liat rumput tetangga lebih hijau dong..." ini sudah dimodifikasi sama saya...maaf ya...) dan heran bin ajaib ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan mereka hengkang dari tempat kami, ( semoga mereka mendapat tempat yang sesuai dengan keinginan mereka ) dan berkibarlah...
wow... keren kan ?  
Saya sebut ini, fenomena akhir zaman
baca juga bagian ini....
"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
  "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya." Matius 7

Semoga akan kami temukan lagi warna asli GSJA ditempat, kota, desa, gunung dan lembah yang lain disini, di-Indonesia tanah airku.
GSJA Mangga Dua, maju terus sampai Maranatha,...dan tetap original.
by Lydia K 





21/04/12






Warna Warni 


Tahun 2012 bulan 2 ( Februari ), mungkin tanggal 2, atau tanggal 20, atau tanggal 22 bisa menjadi tanggal yang cantik untuk mengadakan syukuran karena GSJA Serang usianya sudah 20thn. Tapi sayang sekali tidak ada semaraknya, tidak ada semerbaknya, malahan yang ada kesunyian dan keheningan. Puji Tuhan untuk suasana ini karena tahun-tahun ini menjadi tahun prihatian. 
Keadaan Ekonomi masyarakat sedang mengalami kesulitan, khususnya jemaat GSJA Serang (?), namun kami terus maju, ibarat berjalan diatas salju, dingin dan sunyi, kami terus saja berjalan karena ada kehangatan Roh Kudus didalam kami yang memberi Penghiburan.
Dua puluh tahun ketika belum terlewati terasa lama, berat, sulit dan kadang ingin berkata "sampai disini saja Tuhan, boleh tidak ?" Tapi ketika sudah terlewati ternyata Tuhan itu tetap saja sama, Dia tidak pernah berubah merencanakan kehendakNya, siapapun dan bagaimanapun kami. Haleluyah.

Suatu hari ada seorang pendeta memberikan argumen tentang bahwa gereja-gereja sekarang mengalami krisis penambahan jiwa, karena menurut penglihatan beliau, orang-orang itu hanya pindah-pindah, tidak senang digereja ini, pindah kegereja itu, diiming-iming gereja itu pindah lagi plus sambil  jelek-jelekin pendeta dan gereja sebelumnya. Waduh ! Tapi kami tidak sependapat, memang ada jemaat yang pindah-pindah ( yang jenis ini memang istimewa ), juga ada yang pindahan karena cari yang deket, karena merantau, tapi  digereja kami sebagian besarnya karena baru, lalu ada juga dari mereka pindah dengan alasan yang kurang lebih seperti diatas tadi.  Tetapi, mereka yang bertumbuh masih setia sampai hari ini, terus maju dan terus berjuang. Puji Tuhan.

Guru-guru Sekolah Minggu di GSJA Serang, semuanya berasal dari anak-anak Sekolah Minggu, dan dari tahun ketahun ya seperti itu. Puji Tuhan. Malahan ada yang sudah jadi guru Sekolah Minggu, bahkan sudah diberkati keluarganya dan ekonominya malah pindah kegereja lain, buat kami tidak menjadi masalah karena mereka-mereka tidak 'terikat kontrak kerja' dengan GSJA Serang, kecuali kalau orang tersebut adalah Pelayan Injil yang terdaftar di Organisasi GSJA, maka harus melalui prosedur. ADRT GSJA malahan membuat aturan apabila ada anggota jemaat dalam waktu tertentu tidak pernah lagi aktif di GSJA setempat, itu dianggap sebagai "bukan" lagi anggota, walaupun demikian itu bergantung dari kebijakan Gembala Jemaat setempat. Nah, Gembala GSJA Serang sangat terbuka untuk memberi kesempatan, dan masih bersedia melayani jika jemaat tersebut masih membuka hati dan bersedia dibimbing.

Soal kesulitan, tantangan, pergumulan ? Hebat kalau ada orang yang tidak mengalaminya. Kami alami juga, dan itulah...kadang terseok-seok ( puitis ya ), kadang terpana, kadang tersenyum, kadang menangis juga, dan dari semua pengalaman itu ternyata, kami jadi semakin dewasa, semakin banyak tahu, semakin mengerti dan semakin menajdi lebih kuat. Puji Tuhan. Semua itu karena kasih karunia Tuhan.

Sekarang GSJA Serang terus berbenah, dari tidak punya tempat tetap (dulu diledekin teman-teman), sampai bisa punya tempat sendiri, dari bangunan sederhana menjadi lebih baik (belum bagus), ada ruang-ruang untuk Sekolah Minggu ( atas prakarsa dan sponsor utama Bapak Utju Musli, akrab dipanggil pak Tek Tju ), dulu tempat ini waktu kami akan membeli, harganya dari Rp. 125 juta jadi 100 juta. Masyarakat disekitar lingkungan Jl.Kapten Suwardo ini, ketika kami membeli tempat ini, karena beberapa orang disini mengenal kami, maka merekalah yang memperkenalkan tempat ini sebagai gereja, jadi kami tidak perlu susah payah mempromosikan, mula-mula kami agak berhati-hati untuk memperkenalkan, tapi karena mereka yang mendahului kami, ya Puji Tuhan, jadi sedikit lebih mudah. Sekarang, wah nilai ekonomi tempat ini ( katanya ) sudah milyaran rupiah, hm...masak sih ? Semoga.

Manusia adalah makhluk sosial jadi jika menyentuh bagian ini agak merepotkan, tapi tidak mengapa hanya, perlu waspada. Kesenjangan Sosial adalah salah satu faktor pemicu perpecahan dan kerusuhan. Maka perlu sekali gereja-gereja mewaspadainya, di GSJA Serang tidak ada papan nama penunjuk bahwa itu adalah tempat kebaktian, tapi masyarakat dilingkungan kami sudah mengetahui bahwa itu tempat kebaktian, ada pengorbanan-pengorbanan yang kami lakukan meskipun tidak seperti yang diharapkan, tetapi Puji Tuhan cukup memberi dampak bagi masyarakat. Misalnya, keramah tamahan, perhatian ketika ada duka, ada syukuran, ada undangan pernikahan, ada kesulitan lain yang sifatnya umum. Pemberian sembako bukanlah satu-satunya alat pendekatan, tetapi adaptasi barangkali lebih tepat, juga bukan exclusif-isme, ( mentang-mentang anak raja ! maaf ya...). Kami sering bertanya sama Tuhan, "Tuhan memangnya kalau jadi anak Tuhan terlebih Hamba Tuhan, harus keren ? harus punya rumah dan mobil ? harus perlente ? harus terkenal/top ?..." tapi kami sulit sekali mendapatkan jawabannya. Dulu ada pendeta yang 'bernubuat' ( kira-2 kalau tidak salah ingat, itu tahun 1996-1997 ) bahwa kami akan mempunyai mobil Panther warna putih, katanya, "Tuhan sudah memperlihatkannya kepada saya", tahukan anda bahwa sampai hari ini, sulit sekali untuk melihat apalagi mewujudkannya, dan belum ada tanda-tanda bahwa kami akan memiliki mobil itu, yang ada, sejak dulu, kami  ingin sekali mempunyai mobil Nissan Teranno, tidak apa tahun tua juga boleh, yang penting masih sehat, itupun, sudah bawa dalam doa belum ada tanda-tanda bahwa kami akan memilikinya. Yang ada sekarang mobil kijang taon berapa 'tuh '82 (?) yang mendapat  gelar kehormatan  PAJERO (singkatan) = PAnjang-JElek-ROmbeng. ( semoga ada orang yang membaca tulisan ini, digerakkan hatinya oleh Roh Kudus untuk mewujudkannya, Amin ! hahaha ).

Kenangan-Kenangan selama kurun waktu 20thn. GSJA Serang, sebenarnya sudah sangat banyak. Kegiatan-kegiatan juga sangat banyak meskipun sebagiannya tidak berfaedah, pengalaman-pengalaman juga sudah banyak, meskipun masih tetap kurang pengalaman. Kunjungan-kunjungan dari sesama anak-anak Tuhan, Hamba-hamba Tuhan juga sudah banyak, walaupun masih kurang banyak, pembenahan-pembenahan terus berjalan, baik secara fisik, mental dan utamanya rohani, pertumbuhan kualitas memang menjadi utama, dan kuantitas yang berikutnya. Doa-doa terus saja dinaikan baik untuk GSJA Serang sendiri, maupun lingkungan masyarakat dan Banten umumnya.

Banten adalah suatu wilayah Indonesia yang terletak dibagian Barat Jawa Barat, tahukah anda artinya Banten ? Banten menurut penduduk asli Serang-Banten ( karena Banten indentik dengan kota Serang, jadi Serang adalah Banten, gimana nih ? ) adalah = bantah. ketika gereja kami diresolusi tahun 1995, sebagian masyarakat penduduk asli didaerah itu tidak setuju ( mungkin yang berpendidikan kali ya ? ), lalu seorang dari antara mereka yang cukup dikenal baik berkata : "pak, Banten artinya bantah, maka tidak heran kalau sebagian dari 'kita' susah diajak kompromi maunya bantah aja..." Jadi memang mungkin ini sudah menjadi tradisi masyarakat wilayah ini dan buat kami tidak menjadi masalah, "mengalah" adalah lawan dari membantah. Bukankah ? (  Serang kampung kedua bagi kami, kami cinta kota Serang ).

20th GSJA Serang, untuk mengadakan syukuran sebenarnya masih bisa kapan saja asal masih ditahun ini, tapi tidak syukuran juga bukan masalah. 20th memang waktu yang panjang berjalannya, tapi waktu yang singkat juga untuk mengenangnya, tidak terasa. Perintis GSJA Serang  Bapak Pdt.Rinaldy Wijaya sudah mendahului kami 'pulang' kerumah Bapa, salah satu sponsornya  Ibu Netty Taswin juga sudah 'pulang', gembala senior kami Bpk.Pdt.Stanley Ahimsa juga sudah 'pulang', bapak saya yang juga andil memperbaiki gedung gereja yang lama juga sudah 'pulang', ( baca ruang kesaksian 'sekarang kursi roda itu kosong, di blog ini ) memang sedih mengingat semua itu, tapi itulah betapa cepatnya waktu berlalu. Ketika kami masuk kota Serang tahun 1992, Serang masih sepi, fasilitas umum masih terbatas, coba lihat sekarang... maju pesat !!!  setelah 20th. Luar biasa.

Ada sebuah syair lagu yang selalu menguatkan saya.

Ku senang melayani Tuhan, ku tahu Tuhan ada
Dalam peprangan Tuhan ada, dalam suka duka Dia ada
Biar Iblis kata Dia tiada, ku yakin Dia ada

Ya, ini lagu kuno, tidak terkenal, tapi sudah saya kenal sejak masih anak-anak, waktu itu masih dikampung pula, desa Motoling (yang kucintai). Kalau nyanyi lagu ini (dalam keadaan yang paling berat) selalu teringat perjuangan kami dan kesedihan ingat orang-rang yang mendahuli kami.

Ibrani 10:32  Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat,
33  baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.
34  Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya.
35  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
36  Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
37  "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.
38  Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya."
39  Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Selamat Ulang Tahun ke-20th GSJA Serang, semoga terus bertumbuh dan berbuah sampai Maranatha. Amin.

catatan : lihat juga jadual kebaktian GSJA Serang.

by pdt.lydia k

















  



31/12/11

                                                              


Selamat datang tahun baru

Yakobus 4:11-5:1-6

Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.
Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?
Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung,"
sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."
Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!
Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat!
Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir.
Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu.
Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan.
Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Beberapa penyebab kehancuran (kegagalan)
       
I. Ke-tidak tahuan. Banyak orang sering bilang tahu tapi tahunya cuma sedikit     bicaranya banyak alias kelebihan "bumbu". Kalau dibilang bodoh 'kan jangan, masa' hari gini masih ada orang bodoh.? buta huruf ? tidak masalah, bukan berarti tidak bisa membaca lalu bodoh, orang-orang yang buta huruf hanya tidak belajar membaca tapi mereka tidak bodoh, kalau mereka bodoh, mana ada pertanian, pertambangan dll yang sekarang ini makin populer dan dahsyat. Nah, barangkali kita boleh mencontoh bangsa Jepang, mereka itu kalau bilang "ya saya tahu sedikit" itu artinya mereka tahu banyak, kalau mereka bilang "saya bisa" itu artinya mereka ahli dibilangnya.

II. Ke-tidak puas-an. Ini sedikit lebih berbahaya dari ke-tidak tahu-an. Karena kecenderungan manusia adalah sudah punya satu, ingin dua, sudah dua ingin tiga dan seterusnya. contoh; sudah punya seratus, ingin dua  ratus dst, sudah punya seribu ingin dua ribu dst, sudah punya satu miliar, masih kurang, dst.....akhirnya apa ? 
Yakobus 3:1-3  Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Ketika kita tidak puas dengan apa yang sudah ada maka pada akhirnya nafsu yang mengendalikan keinginan kita, dan lahirlah apa yang sedang trend sekarang, korupsi. Hati-hatilah.

III. Gaya hidup. Barangkali tidak salah kalau saya berpendapat bahwa benar jika kita memiliki budaya "meniru" (meskipun meniru adalah sifat anak-anak/batita-pra remaja), namun sifat ini masih saja kita pertahankan sampai bahkan sudah sangat dewasa, (Maaf ini buat contoh) mis. tadi menjelang subuh ada sebuah acara tayangan ulangan disalah satu stasion TV, ada wawancara dengan seorang pendeta dan artis, beberapa waktu lalu saya melihat beliau "biasa" sebagai mana layaknya seorang pendeta, rambutnya biasa, gayanya biasa dan layak untuk disebut pendeta, tapi saya terkejut juga ketika melihat penampilannya, "loh kog jadi kayak artis yo ?" rambutnya dicepak...plus diberi jabrikan dikit...keren lah. Rm 12:2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.Gaya hidup ke-barat-baratan, keartis-artisan, kemewahan dst. adalah sesuatu yang meninggalkan tanda tanya. Kemana arah suatu perubahan, turun atau naik, naik menurut Alkitab kan tidak sama dengan naik menurut gaya dunia (modern dan canggih), malahan bisa jadi menurut dunia turun, menurut Alkitab malah naik. Kesederhaan dan apa adanya, itukan gaya hidup yang Alkitab ajarkan, bukankah begitu ? jangan lupa pepatah dunia,( kuno, tapi pengaruhnya dahsyat) katanya begini  "padi, semakin berisi, semakin merunduk"

IV. Ke-sombongan. Ini adalah sifatnya Lucifer.Dari sifat inilah maka Lucifer di"buang" dan sekarang lebih akrab disebut, Setan atau Iblis dan sejenisnya. Ciri-cirinya perlu ditandai ; 
        @ Ingin semua dengan cara apapun.
        @ Mengamcam
        @ Merampas/merampok/mencuri/profesornya koruptor
        @ Menakut-nakuti
        @ menyerupai/mendompleng/menyamar/munafik(muka dua)
        @ Garang/sangar/jahat/anarkis
        @ Senang mengadu domba/provokator yang jitu/haus darah
        @ tukang manipulasi data/putarbalik/penipu/guru pembohong
     
      Ketika kita bercermin, pasti yang kita lihat adalah wajah kita sendiri, jadi sebelum memulai hari yang sama ditahun yang baru, marilah kita bercermin dengan seksama, dengan bercermin akan memudahkan kita melakukan koreksi, pembenahan dan bahkan pemulihan. Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran untuk menjadi lebih kuat dan "sempurna" (lebih baik, lebih benar, lebih mengasihi, lebih sederhana). Tahun lama penuh kemewahan dan barang-barang rampasan, penuh kesombongan dan segala rupa kerakusan...biarkan berlalu, bila perlu tendang kebelakang...dan arahkan pandangan kita ke-atas, kepada Dia yang penuh kasih dan penyayang dan selalu penuh pengampunan bahkan siap memimpin, menuntun langkah hidup kita kepada "ke-sempurna-an" Haleluyah.Selamat datang Tahun Baru, 

Rm 12:9  Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
Rm 13:10  Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
1Kor 13:4  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Galatia 5: 22  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
23  kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
24  Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
25  Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
26  dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

31 des.2011 by.lydia k
   
                         

        

25/11/11











Sejarah GSJA Serang 
bagian I

Pendahuluan

         Periode tahun 199...-1993 pada waktu ini masih termasuk wilayah BPD DKI dan Sumbagsel, dan kami masih membantu pelayanan perintisan di-gsja Puri Indah. (1987-1993). Almarhum bapak Pdt. Rinaldy Wijaya (kami memanggil beliau Om Chiong, seperti rekan-rekan yang lain juga). Suami saya  masih jadi 'kuli' disebuah perusahaan, karena memang harus melalui cara itu kami mencukupi kebutuhan keluarga kami meskipun suami saya sekolah Alkitab. Pada waktu menjadi "kuli" inilah kemudian Alm. Om Chiong menawarkan pelayanan kepada kami. Ada sejumlah gereja perintisan beliau dibeberapa tempat selain sebagai gembala sidang di GSJA Duri A III.
"mula-mula you ikut dulu lah, (ini bagian paling pokok bagi beliau untuk 'mengetes' apakah orang itu bener mau pelayanan apa tidak)"kata beliau, jadilah kami harus selalu siap sewaktu-waktu diajak pelayanan, tidak menolak dan 'ontime'
         Suatu hari saya membaca buletin yang dikeluarkan oleh BPD DKI Sumbagsel (waktu itu ketuanya masih Bapak Pdt.Stefanus Wirawan) saya melihat GSJA Serang dengan segala kesederhanaannya, berada di pinggiran kota, nama daerahnya Legok-Serang, saya membaca dengan segenap hati, salah satu perintis yang menyertai almarhum om Chiong, ada pdt.Polaria S, lalu saya menyimpan buletin ini tanpa sepengetahuan suami. Beberapa waktu kemudian (kurang lebih tenggang waktu 3 bulan) suami saya bilang  'ma mau gak pelayanan di Serang ?" Saya langsung merespon (lebih dari yang diharapkan) ya mau, saya sudah lihat kog gerejanya kayak apa, dipinggir kota, masih banyak rumputnya, masih jalan setapak,...tapi saya mau.". Dan jadilah kami mondar mandir Jakarta Serang (pp), jalan tol masih berupa timbunan tanah, lalu lintas masih sepi. Sebelum 'jatuh hati' di Serang, saya takut mendengar nama daerah Banten, kalau jalan-jalan ke Anyer saya sama sekali tidak tertarik untuk masuk kota Serang, hiiiii dari namanya saja sudah seram.
          Bersama dengan ibu Lea, Ibu Apolos, Yohana (sekarang sudah menjadi gembala di GSJA Rancahsari) Bapak Yakub alm. dan ibu Yakub, beberapa pengerja GSJA Duri A III secara bergantian, kami akhirnya menikmati pelayanan pulang pergi Jakarta-Serang. Kami senang kalau akhirnya suatu hari nanti bisa melayani di GSJA Serang, tapi kami masih perlu waktu untuk 'mempresentasikan' rencana besar ini kepada anak-anak, supaya mereka juga siap. Mereka setuju saja, tapi ada penghalang lain yang cukup berat, ...bagaimana tinggalnya, bagaimana sekolahnya, bagaimana hari-harinya dan seterusnya. Perintisan. Semua hamba Tuhan mengerti apa artinya.
         Ketika kami lulus ujian dari Om Chiong, dan GSJA Puri Indah memberi izin, dan persetujuan pihak-pihak yang berwewenang disini ok, suami saya masih bertanya "gimana jadi ke Serang ?, tapi....." saya tidak tahu darimana datangnya kalimat itu, (mungkin karena saya memang hamba), jadi kadang suka bicara apa adanya, "...kalau mau ke-Serang, harus nekad, makan gak makan, ada duit gak ada duit, mati atau hidup ya di-Serang...pelayanan (perintis(h)an). ya sudah itu saja" ini jawaban saya,  dan  jadilah kami nekat pergi ke-Serang bulan Juni tahun 1993. Ada acara 'perpisahan' dengan GSJA Puri Indah, sesudah itu ada acara 'pindah rumah', berhenti bekerja, cari sekolah dan masih banyak lagi. Beberapa hari di-Serang, suasana baru, anak-anak masih gembira, tapi Adinda (waktu itu umur 5 tahun) belum begitu mengerti, tiba-tiba dia bertanya kepada saya "ma kapan pulang ke Kunciran - (Cileduk) ? masak tinggalnya digudang, dihutan lagi, ayo ma pulang..." Untunglah saya sudah siap mental (hahaha), jadi dengan hati seorang ibu (wahwahwah) saya berusaha untuk menahan keinginannya untuk 'pulang'. Pasti ini campur tangan Tuhan sehingga anak-anak mulai menerima fakta bahwa rumah mereka yang baru adalah disini, di Legok-Serang, di"gudang" dan "hutan" pula seperti kata Adinda.


Terima kasih 


          Ada pepatah 'tak kenal maka tak sayang' menjadi bukti ketika kami memulai pelayanan perintisan, dengan lingkungan baru, suasana baru, rekan-an atau mitra pelayanan baru, anak-anak juga demikian. Tapi semakin mengenal Serang, ternyata banyak sekali anggota keluarga Tuhan yang memberikan sambutan, selain jiwa-jiwa baru yang selalu Tuhan tambahkan. Mengenal hamba-hamba Tuhan di daerah ini termasuk waktu itu gembala GKI masih bapak pdt.Darsono, karena beliau menjabat sebagai Ketua Badan Kerja sama Kristen Katolik se-Kabupaten Serang dan suatu kehormatan bagi kami untuk bisa mengenal beliau. Karena beliau adalah satu-satunya hamba Tuhan yang memberi simpati kepada kami ketika gereja kami dalam situasi yang sudah mulai tidak kondusif. Hanya kurang lebih satu tahun tempat ini kondusif, karena tahun kedua mulai ada sedikit gangguan, dari suara-suara miring yang berhembus, entah darimana datangnya, sampai lemparan batu kecil-kecil, ejekan-ejekan dari orang-orang yang melihat dan mendengar kami ada kebaktian atau acara khusus lainnya. Namun Tuhan melindungi kami dan juga memelihara kami melalui teman dan sahabat dari Jakarta dan terutama dari Serang dan sekitarnya. Tahun 1993-1995, kurang lebih dua tahun Tuhan memelihara kami denga luar biasa sebelum kami benar-benar diresolusi tahun 1995 antara bulan Mei sampai akhirnya kami bisa mem 'beli' tempat yang baru. 
         Masyarakat suku Batak dan Kalimantan yang tinggal diperumahan Tegal Padang - Legok - Serang  sangat membantu perintisan ini sampai akhirnya menjadi gereja yang bertumbuh. Terima kasih juga kepada keluarga bapak Yohanes atas kontribusinya yang sangat besar bagi kemajuan GSJA dan juga untuk keluarga kami bahkan sampai hari ini. Almarhum bapak Gatot Iskandar adalah orangtua bagi kami pada waktu itu, bersama Ibu Laura, terima kasih untuk dukungan moril dan materinya. Terlebih kepada orangtua kami, kepada mamah mertua (Eyang) yang sangat mendukung pelayanan kami. Saya ingat pak Namji memberikan kepada kami 1 ekor ayam jantan dan 2 ekor ayam betina, yang oleh mamah dipelihara sedemikian rupa sehingga berkembang biak dan memberikan gizi yang sangat cukup bagi pertumbuhan anak-anak kami, dan rajin menanam sayur-sayuran, sehingga dalam masa sulit pun kami tidak kekurangan makanan. Kepada papa dan mama juga terima kasih untuk segala doa, kasih dan perhatiannya, dukungannya yang sangat luar biasa, khusus untuk papa terima kasih sudah dan selalu menjadi pendoa syafaat bagi pelayanan kami. Meskipun sampai hari ini masih di kursi roda, tapi kami percaya ada rencana Tuhan untuk semua peristiwa, terlebih buat pengorbanannya Tuhan memberkati dan menguatkan papa selalu dan selalu. Kami mengasihi papa.
        Terima kasih kepada keluarga ibu Suryani yang telah memberikan rumahnya selama beberapa waktu untuk digunakan menjadi tempat kebaktian, almarhum Ibu Lena Zefanya, keluarga bapak Antonius, sampai akhirnya tahun 1996 kami bisa memiliki tempat kebaktian sendiri seperti sekarang. Saya ingat waktu itu kami mencari tempat seolah-olah kami memiliki uang untuk membeli, tapi semua karena kemurahan Tuhan, melalui mereka yang diberkati. Mohon maaf jika ada keluarga-keluarga lain yang tidak saya sebutkan disini.
         Tahun 1996 kami dikarunia Tuhan gedung yang sekarang kami gunakan untuk kebaktian. Masyarakat yang majemuk dilingkungan Jalan Kapten Suwardo sangat kondusif. Pemerintah Daerah yang mengayomi likungan disini dan juga Ke-menterian Agama Propinsi Banten dalam hal ini KaBiMas Kristen Ibu Youke Singal. STh. Rekan-rekan pendeta se-Banten yang tergabung dalam wadah Badan Kerja sama Kristen dan Katolik. Tidak terasa bulan Februari 2012 GSJA Serang akan berusia 20 tahun.

  • 1992 awal perintisan 
  • Juni  1993 hijrah ke-Serang
  • 1994-1995 diresolusi
  • 1996 pindah ke Jalan Kapten Suwardo 
  • 2012 ultah ke-20 (semoga)
Dari tahun ke tahun selalu ada kejutan-kejutan, ada hadiah-hadiah baik suka maupun duka tapi semua itu mendatangkan kebaikan bagi kami. Hamba-hamba Tuhan yang melayani, teman-teman yang memberi dukungan, jemaat yang masih setia semoga tetap setia. by lydia ku

Warna-warni
di-bagian II  


   
       
          



14/11/11




Keakraban 


1Kor 15:33  Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.

Apa sih maksudnya ?

         Kemanapun selalu bersama, berdua, bertiga, berlima atau beramai-ramai. Tertawa, bercanda, cemberut, jutek, "bt" (bosen tauk/bosen kali), ribet, dan serupa itu, tapi entah mengapa, ketika tidak bersama, ingin bertemu dan begitu lagi. Selalu begitu, dan begitu lagi, jika tidak bertemu, hebatnya zaman sekarang, bisa lewat telepon, twiter, facebook, video call dll. Sebenarnya akrab itu tidak harus selalu mesra seperti halnya orang yang baru pacaran, atau tidak boleh berselisih pendapat , dan  walaupun berbeda pikiran, perasaan, keinginan (hobi, selera, sosial, pendidikan), yang penting disini adalah masing-masing saling menghormati dan saling mengasihi satu sama lain.


Bagaimana caranya supaya akrab ? Lakukan tiga P (PPP)


1. Pandai memilih orang.

Pilih orang yang sama baiknya dan harus hati-hati atau selektif, ada orang yang kelihatan baik, tapi ternyata tidak seperti yang kita harapkan. Hati-hati terhadap tipu muslihat Iblis. Zaman sekarang penipuan banyak sekali variasinya.


2. Pandai memilih tempat 

Orang-orang yang tepat mestinya juga berada ditempat yang tepat, misalnya disekolah pada jam sekolah, ditempat 'ngumpul' pada jam ngumpul diantara jam 07.00 - 21.00, karena orang-orang seperti ini, pasti sangat mengerti kapan berada diluar rumah untuk apa dan kapan harus pulang kerumah. Kalau seorang suami atau istri atau anak yang baik, dan terhormat, maka ia pastilah pandai juga berada ditempat yang  baik dan tepat.

3. Pandai memilih waktu.

Ia tahu kapan harus pergi bekerja dan pulang kerja, kapan harus berangkat sekolah dan pulang sekolah. Kapan waktu berbelanja, kapan waktu tidak berbelanja, kapan tertawa dan kapan menangis. Seperti kata Pengkhotbah pasal 3 itu semua ada waktunya.

Seni ber-akrab ria

          Dalam sebuah kelompok selalu terjadi perbincangan (bukan debat pendapat) tergantung apa yang sedang menjadi trend atau topik pada waktu itu.  Semakin sering bertemu, semakin sering berbincang dan semakin banyak pula hal yang bisa dilakukan dan dibicarakan, jadi jika tidak pandai melakukan 3 P, maka tidak menutup kemungkinan ada perbuatan-perbuatan yang sama sekali tidak terpuji akan dilakukan.
Ada kelompok ibu-ibu rumah tangga  karena akrab dan sering bertemu kemudian mereka menghasilkan usaha baru. Ada kelopok muda-mudi karena akrab dan sering bertemu dapat menghasilkan sebuah grup musik baru, menciptakan lagu dan menjadi terkenal. Ada kelompok kaum pria karena akrab dan sering bertemu akhirnya menghasilkan 'pria-pria sejati' atau membuat film bagus, dan masih banyak lagi.
          Jika orang-orang tua dan orang-orang muda sering bertemu dan menjadi akrab ditempat yang sama dihari yang sama yaitu pada hari-hari kebaktian wah...pasti luar biasa,  akan terjadi  kegerakan rohani pada lingkungan keluarga, gereja dan dikelompok-kelompok keluarga Allah. Bagaimana tidak, nasehat Alkitab,  Ibr 10:25  Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
          Membiasakan diri perlu berlatih sehingga menjadi biasa. Ber-akrab-ria disini bukan seperti orang-orang pada umumnya. Karena yang kita lakukan adalah bukan kebiasaan yang biasa, tetapi yang luar biasa, mengapa ? dimulai dari saling mengenal, bertumbuh menjadi saling mendoakan, bertumbuh lagi menjadi saling menasehati dan berkembang menjadi semakin giat menjelang hari Tuhan yang semakin dekat. Dalam ke-akrab-an ini diharapkan memberi dampak yang posotif bagi masyarakat dan bagi bangsa yang besar ini. 
by Lydia K
      




09/11/11

Pengalaman 

Pengalaman asal katanya peng-alam-(i)an. Secara sederhana pengalaman artinya orang yang sudah menjadi tahu atau sering alami sesuatu peristiwa, apakah peristiwa baik atau bagus, indah, menyenangkan atau sebaliknya, peristiwa buruk, jahat, menyakitkan atau mengerikan dan menakutkan.
Apapun peristiwanya semua orang punya pengalamannya. Semua orang selalu ingin berbicara tentang pengalaman dan selalu ingin mendengarkan pengalaman orang lain meskipun merasa pengalamannyalah yang terhebat. Mengapa ? karena pengalaman adalah "guru" yang terhebat. Berapa harga yang harus dibayarkan untuk mendapat pelajaran dari "guru" yang hebat ini ? tak ternilai, karena setiap pengalaman berbeda rasa dan nikmatnya meskipun peristiwanya sama, ditempat yang sama. Misalnya ketika ada gempa bumi ditempat yang sama skala yang sama namun setiap orang menanggapi dengan cara yang tidak sama. Jika terjadi banjir, ditempat yang sama dan waktu yang sama dan ketingggian yang sama. Ketika terjadi kebakaran dan sebagainya. Ada yang  tergoncang jiwanya karena semua harta ludes dalam tempo yang sangat singkat, ada yang stres, ada yang marah kepada Tuhan karena mengirimkan hujan lebih banyak dari yang diharapkan, kepada pemerintah karena tidak peduli, ada yang marah kepada Tuhan karena tidak bisa memadamkan api dari langit ketika pemadam kebakaran terlambat datang , bukankah Dia Maha Kuasa. Tapi sebagian lagi, pasrah dan bersyukur semua keluarga selamat, sehat dan bisa berkumpul setelah mengalami semua kesukaran dan kepahitan ini, besok bekerja lagi, cari uang lagi.
Suatu hari ada seorang ibu berbagi pengalamannya kepada saya, katanya ia telah ditipu seseorang dan itu sebabnya ia tidak mau pergi kegereja. Beliau sangat marah. Beliau juga mengatakan "ibu tidak pernah mengalami seperti yang saya alami, jadi saya rasa ibu tidak mengerti perasaan saya, mana mungkin ibu bisa membantu saya ?" Ketika itu saya mengingat-ingat mengapa saya ada disini sekarang, dan apakah saya pernah mengalami seperti ini ? bukan saya yang mengalami, tapi suami saya mengalami. Jadi saya bertanya "berapa jumlah uang ibu yang ditipu orang ?" dan beliau menyebutkan sejumlah angka, saya terperanjat sesaat, lalu ia bertanya "benarkan, ibu tidak pernah mengalami seperti ini ?" Akhirnya saya menjawab sedikit agak gugup (takut beliau tersinggung), kami mengalami penipuan juga, dan jumlahnya duakali lipat dari itu, beliau agak heran tetapi saya berharap dan berdoa dalam hati saya agar kemarahannya kepada Tuhan sedikit lebih reda.
Pengalaman tidak selalu menyenangkan dan juga tidak selalu menyedihkan, tidak selalu pahit dan tidak selalu manis, tidak selalu indah dan tidak selalu buruk. Selalu saya bersyukur mengapa seperti itu...semoga setiap orang percaya juga menyadari demikian bahwa "...Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya......Allah berbuat demikian supaya manusia takut akan Dia." Pengkhotbah 3 : 1- 15.
Suatu hari saya sedang bermain dengan cucu perempuan kami yang berusia dua tahun, tiba-tiba tanpa sengaja kakinya mengenai mata kiri saya, saya agak kesakitan dan mengeluh, suami saya melihat itu "kakung aduh mata 'utik sakit kena kaki Ezel...." dan dengan sergap ia berdiri dan berkata kepada saya dengan mimik yang polos, 'utik (Eyang/mbah Putri), maaf ya, maafin Ezel ya (sambil mengusap wajah saya), ya maaf ya,...yuk main lagi." Jika mengingat pengalaman ini membuat saya tersenyum dan terharu.
Beberapa tahun lalu saya bertetangga dengan seorang ibu yang jika ia berbicara, suaranya pasti masuk kerumah kami dan sering mengejutkan saya. Anjiiiiing ...(maaf, ini benar terjadi), dan selidik punya selidik ternyata ia sedang naik pitam kepada anaknya, sehingga ia memanggil anaknya seperti itu. Suatu hari ia menangisi anaknya karena pergi meninggalkan rumah. Saya belajar untuk lebih sabar dari pengalaman tetangga saya.
Saya masih punya pengalaman-pengalaman, tapi lain waktu akan saya ceritakan. Bagaimana pengalaman anda, semoga pengalaman ini memberkati.
Yermia 17 : 5 -10
Pdt.Lydia Kumolontang
         

24/09/10

Lagi-lagi motor butut saya bermasalah. Malam itu saya pulang agak larut.
Hujan baru saja selesai mengguyur kota Manado dengan derasnya. Dengan
sedikit nekad, saya memacu motor ditengah gerimis yang masih turun malam
itu. Semua berlangsung dengan aman dan nyaman, sampai tiba-tiba saja motor saya mati. Di tengah jalan pula. Gerimis yang terus mengguyur membuat saya memilih berteduh daripada mendorong motor yang mogok. Apalagi rumah masih jauh, sekitar 2-3 km lagi. Jam terus merayap, sementara hujan tidak mau berhenti. Saya hanya bisa duduk termenung menanti hujan reda.

Hampir jam sebelas malam baru hujan benar-benar reda. Saya segera mendorong motor perlahan-lahan, sambil berharap masih ada bengkel yang buka. Dan harapan saya terkabul. Sebuah bengkel motor kelihatan masih buka. Dengan cepat saya mendorong motor memasuki areal bengkel. Tapi sayang, mekaniknya mengatakan bahwa mereka sudah mau tutup. Saya berusaha membujuk, sampai akhirnya mereka menawarkan motor ditinggalkan, nanti akan diperbaiki besok paginya. Langsung saja saya mengiyakan, daripada mendorong motor sejauh 2 km sampai dirumah.

Baru lusanya saya bisa melihat motor saya lagi di bengkel itu. Dan ternyata
mesin motor sudah bisa hidup. Setelah membayar biaya perbaikan dan penggantian spare part, saya mencoba bertanya kepada mekanik mengenai
kerusakan motor.

"CDI-nya sudah rusak. Motor seperti yang bapak miliki ini agak berbeda
dengan motor keluaran terbaru. Motor generasi ini sangat membutuhkan kontak dengan aki. Jika kontak dengan aki putus atau aki kehabisan daya, maka CDI-lah yang akan dihantam. Memang masih bisa jalan selama beberapa waktu, tapi kalau dibiarkan terus, lama-lama CDI yang akan rusak dan motor pasti mogok," begitu penjelasan singkat mekaniknya kepada saya.

Saat mengendarai motor pulang, saya merenungkan penjelasan mekanik di
bengkel motor itu.

Setiap orang percaya sangat membutuhkan hubungan yang akrab dengan Bapa
Sorgawi. Jika kontak dengan Bapa Sorgawi terputus, lambat laun kehidupan
kita pasti akan hancur. Memang kita mungkin masih bisa melanjutkan
kehidupan. Kita masih bisa menghadapi pergumulan-pergumulan hidup. Kita
masih memiliki hikmat untuk mengambil keputusan. Tetapi tinggal menunggu
waktu saja bagi kita untuk mogok. Kita mengalami kekeringan dalam hidup dan
kemudian kehidupan rohani kita akan mati.

Saul mungkin contoh yang tepat. Ketika dia memilih tidak taat, Roh Tuhan
meninggalkannya. Saul kehilangan kontak dengan Sang Sumber kehidupan. Dia
memang masih menjadi raja. Masih mampu memenangkan beberapa   pertempuran. Masih mampu mengambil keputusan-keputusan. Tetapi sebenarnya, kehidupannya tinggal menunggu waktu saja untuk mati.

Mari kita menjaga kehidupan kita agar kontak dengan Bapa Sorgawi tetap
terjaga. Supaya kita bisa terus melaju menghadapi badai sehebat apapun tanpa kuatir mogok di tengah jalan.

18/09/10

Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya.. ~ Yeremia 9:23

Alkitab berkata tentang tiga hal yang bersaing dengan Tuhan untuk memperoleh posisi otoritas dan kekuasaan yang utama di dalam hidup dan hati kita, yaitu kekayaan, kekuatan, serta kebijaksanaan manusia. Ilah-ilah lain bisa menggantikan takhta Tuhan di dalam hati kita sehingga kepuasan kita tidak lagi di dalam Kristus melainkan di dalam diri kita sendiri. Keyakinan kita tidak lagi sepenuhnya di dalam Tuhan, tetapi di dalam diri kita dan kesanggupan kita pribadi. Saat ini terjadi, kita sudah jatuh di dalam kesombongan karena iman kita telah beralih dari Tuhan.

Dalam 1 Korintus 8:1, Paulus menghardik orang-orang yang sombong dan bangga akan hikmat, pengetahuan dan kepintaran mereka. Ini tidak berarti Paulus mengecilkan pentingnya pengetahuan. Ini tidak berarti Tuhan berkenan atas kemasabodohan atau irasionalitas. Yang dimaksudkannya di sini adalah bahwa apa yang kita pikirkan dan ketahui dapat mempengaruhi kita untuk tidak bergantung kepada Tuhan. Merasa diri kita pintar dan bijak, kita bergantung pada diri sendiri semata. Kita mulai sombong. Kita melupakan adanya pengetahuan di atas segala pengetahuan, yaitu hikmat Allah, yang didasari oleh kasih Allah dan yang hanya bisa kita peroleh melalui pewahyuan dari-Nya.


Uang atau kekayaan merupakan godaan terbesar yang berpotensi menjauhkan Anda dari Tuhan. Uang memampukan Anda untuk memperoleh sumber-sumber; uang membuat pintu-pintu terbuka bagi Anda. Lambang daripada kemapanan dan kesanggupan diri, uang bisa membuat kita sombong dan berpikir kita tidak lagi membutuhkan Tuhan. Tuhan menghardik orang Israel karena mereka percaya pada harta benda mereka untuk menjadi keamanan bagi masa depan mereka. Iman mereka bukan di dalam Tuhan yang menyediakan kasih karunia bagi mereka di masa depan, melainkan di dalam kekayaan mereka. Mereka lupa akan Tuhan, bahwa Tuhanlah yang memberikan kepada mereka kekuatan untuk memperoleh kekayaan (Ulangan 8:18).


Jika ketiga godaan untuk mengandalkan diri ini bersatu dan bertakhta di dalam diri kita, hasilnya adalah ateisme. Ateisme adalah puncak dari bentuk kesombongan, suatu kondisi di mana seseorang merasa dirinya yang paling hebat mengatasi segala sesuatu bahkan yang Mahatinggi. Seorang ateis tidak mengakui kedaulatan Tuhan; ia tidak mengakui adanya kekuatan yang lebih besar dari dirinya. Ia merasa tidak membutuhkan Tuhan; ia merasa cukup mengandalkan kesanggupan dirinya pribadi. Baginya menyinggung sekali kalau harus mengakui Tuhan yang lebih hebat karena ini menyinggung ego dan kemampuan dirinya. Sombong dan angkuh, ia adalah orang yang bergantung pada dirinya sendiri, yang tidak pernah melihat ke atas, hanya ke bawah dan ke dirinya sendiri (Mazmur 10:4).


Sesungguhnya segala sesuatu yang kita peroleh dan miliki berasal dari Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak bisa sombong seakan itu semua berasal dari diri kita pribadi. Semua terletak di tangan Tuhan untuk memberi atau mengambil, untuk mengarahkan berkat menghampiri Anda atau menjauh dari Anda. Kesanggupan kita untuk melakukan segala sesuatu pun oleh karena Kristus yang memberikan kekuatan kepada kita. Bukan karena kesanggupan kita pribadi. Karenanya kita seharusnya tidak bermegah di dalam diri kita sendiri (1 Korintus 4:7).


Namun jika kita hendak bermegah, bermegahlah di dalam Tuhan, karena kita memahami dan mengenal-Nya (Yeremia 9:24). Yang Tuhan inginkan dari kita adalah untuk kita intim dengan-Nya, sungguh-sungguh mengenal pribadi-Nya, serta untuk kita memahami dan memeluk identitas kita di dalam Kristus. Sebagai manusia yang diciptakan serupa gambar-Nya, kita didesain untuk menemukan kepuasan yang sempurna hanya dari Pencipta kita yang sempurna. 


Hal-hal lain dapat memuaskan kita tetapi hanya untuk sementara.
Kekuatan maupun kekuasaan kita bukanlah garansi akan keselamatan kita di masa depan (Mazmur 33:16-17). Hanya kasih karunia Tuhan yang tersedia bagi kita di masa yang akan datang yang bisa menjaminkan keselamatan kita; karena Tuhanlah perisai, batu karang, benteng kubu, dan menara kekuatan kita. Keyakinan dan pengharapan kita harus di dalam Tuhan. Tak peduli betapa besarnya kuasa atau kekuatan yang Anda miliki, jika Tuhan tidak berkenan, Anda tetap tidak akan selamat. Gideon dapat memenangkan pertempuran karena kasih karunia Tuhan, bukan karena banyaknya tentara yang menyertainya.


Peperangan orang Kristen setiap hari adalah peperangan melawan keangkuhan dan ketergantungan pada diri sendiri. Kesombongan intinya adalah mengenai isu kepada siapa kita percaya dan di mana kepuasan kita berada. Bagaimana cara kita memenangkan peperangan ini? Perjuangkanlah iman Anda di dalam future grace-Nya; itulah satu-satunya obat yang manjur untuk menyembuhkan kita dari kesombongan. Berserahlah kepada kedaulatan Allah dalam segala detail hidup Anda. Undang Dia masuk ke hati Anda, serahkan seluruh diri Anda: hati, pikiran, kehendak Anda pada-Nya dan gantungkanlah hidup Anda seratus persen pada janji-janjiNya yang tidak pernah gagal. Dimana ada kasih karunia melimpah, ada kuasa luar biasa tersedia.

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.~  Tawarikh 16:9

Sumber: Jawaban.com

24/07/10

Apakah Anda memiliki hati yang penuh dengan ucapan syukur hari ini? Jika Anda tinggal di rumah yang terlihat baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca dengan baik, maka Anda adalah bagian dari kelompok yang terpilih.

Jika Anda bangun di pagi hari dengan merasakan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan, sadarilah Anda adalah orang yang diberkati karena begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

Jika Anda tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan atau kelaparan yang amat sangat, maka Anda lebih beruntung dibandingkan 700 juta orang di dunia.

Jika Anda dapat menghadiri pertemuan politik atau beribadah dengan tidak ada rasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa atau mati, maka Anda adalah orang yang beruntung. Lebih dari 3 miliar orang di dunia ini tidak dapat melakukannya.

Jika Anda memiliki persediaan makanan di kulkas, pakaian layak yang menutupi tubuh, atap di atas kepala Anda dan tempat untuk tidur, maka Anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.

Jika Anda memiliki simpanan di bank, uang di dompet, uang-uang receh dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran, maka Anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang yang sejahtera di dunia.

Jika orangtua Anda masih hidup dan masih berada di dalam ikatan pernikahan yang bahagia, maka Anda termasuk salah satu dari kelompok yang dikategorikan langka.
Jika Anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman di bibir dan merasa benar-benar bahagia, maka Anda bukanlah seperti orang kebanyakan. Anda unik dibandingkan mereka yang berada di dalam keraguan dan keputus-asaan.

Jika Anda dapat membaca pesan ini, maka Anda baru saja menerima karunia ganda karena ada seseorang yang berpikir bahwa Anda istimewa dan Anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 miliar orang yang tidak dapat membaca sama sekali.

Semoga Anda dapat menikmati hari yang indah ini. Sesungguhnya jika Anda bersyukur, Tuhan pasti akan menambahkan lebih banyak berkat kepada Anda.

Hitunglah berkat Anda dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.

Dengan memiliki hati yang penuh dengan ucapan syukur, Anda akan lebih menikmati hidup Anda yang hanya sesaat di bumi ini.

17/07/10

Filipi 3:8, 13-14 berkata:

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, … Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Ayat di atas menjadi suatu hal yang wajar bila Anda telah lama menjadi orang Kristen karena Anda pasti pernah membaca ayat ini. Dan jika Anda memiliki sedikit cinta kepada Yesus, firman itu akan membangkitkan semangat di dalam hati Anda. Roh Allah dalam hati Anda sedang melompat dalam kegembiraan yang luar biasa karena Anda sedang menangkap hati Allah yang sebenarnya dalam hidup Anda melalui pengorbanan Yesus. Roh di dalam Anda memberi kesaksian akan kebenaran. Tak peduli siapa Anda, dari denominasi mana Anda berasal, versi Alkitab mana yang paling Anda percayai, namun ada sesuatu di dalam diri setiap orang percaya ketika membaca ayat ini. Tidak bisa tidak Anda hanya bisa berteriak, “Ya Tuhan, itu yang saya inginkan!”

Namun apa yang terjadi semenjak Anda membaca ayat ini untuk pertama kalinya sampai sekarang? Mengapa tidak semua orang percaya yang hidup seperti itu? Tanyakan kepada diri Anda sendiri, “Apa yang terjadi dalam hidupku yang menyebabkan gambar Yesus menjadi kabur dan tidak bisa dikenali?” Saya percaya, jawabannya ada di sekitar Anda.
Paulus berkata, “Tetapi ini yang kulakukan...” (Tetapi satu hal yang saya lakukan – terjemahan versi Inggris). Tidak ada hal lain bagi Paulus. Tapi hidup kita tidak diatur seperti itu. Seluruh sistem dunia dan seluruh rencana dari si jahat justru dimaksudkan untuk menjauhkan Anda dari melakukan satu hal itu. Hidup Anda terperangkap untuk melakukan banyak hal. Hidup Anda telah hancur menjadi kepingan-kepingan kecil. Karya Agung Yesus yang dilukis di hati Anda ketika Anda pertama kali menyerahkan hidup Anda bagi-Nya perlahan-lahan tercabik-cabik sampai tak bersisa, hancur sia-sia. Anda lalu menemukan bahwa Anda telah mengganti Karya Agung Yesus dengan sesuatu yang sia-sia, hidup dalam kehidupan duniawi dan kedagingan Anda sendiri.

Tapi ini belum selesai. Tidak semuanya hilang. Yesus adalah Master seniman terbesar, dan Dia selalu bisa memulai kembali untuk menciptakan masterpiece di dalam Anda. Bagi manusia itu mustahil, tapi bagi Tuhan segala hal mungkin. Dia dapat mengumpulkan potongan-potongan hidup Anda dan mulai merekonstruksi ulang bagi kemuliaan-Nya.
Saya sedang dalam proses ini sama seperti Anda. Saya menemukan diri saya kehilangan semangat itu, hasrat untuk masuk dalam pengenalan akan Kristus. Sebuah tantangan untuk melupakan apa yang telah terjadi dalam hidup saya. Tapi saya menyadari, satu saat, jika saya berhadapan dengan Tuhan, maka hasrat ini akan kembali dengan sangat cepat. Ini adalah peperangan mental dan spiritual untuk menyingkirkan penghargaan, dan juga tragedi dalam kehidupan, dan mengikatkan diri pada ‘satu hal’. Tuhan adalah setia, dan untuk setiap hal yang saya tinggalkan, untuk setiap tropi yang sekarang saya anggap sebagai sampah, saya menemukan bagian dari hasil karya-Nya yang jenius. Dengan pertolongan Tuhan, saya adalah bagian dari “Mona Lisa” yang hilang dan ditemukan kembali untuk disatukan dan mengembalikan kemuliaan Allah.

Saya ingin mendorong Anda hari ini. Dimanapun Anda berada saat ini, jika Anda membaca ayat dari kitab Filipi ini dan hati Anda menangis dalam semangat antusiasme, “Ya Tuhan, itulah kelaparanku akan Engkau yang saya inginkan”, maka masih ada waktu. Anda belum pergi terlalu jauh. Anda belum meniup kesempatan terakhir Anda. Berlututlah saat ini dan minta Tuhan untuk membantu Anda memperoleh kembali gairah itu bagi-Nya. Biarkan Tuhan meletakkan kuas-Nya di kanvas hati Anda dan menggambar sesuatu yang baru dan segar di dalam hidup Anda hari ini. Sedikit demi sedikit Anda akan melihat gambaran Yesus mulai terbentuk di dalam Anda. Dan sebelum Anda menyadarinya, Anda telah berada kembali di dalam kehendak Tuhan, bersekutu di dalam Dia dan menikmati semua pengenalan yang luar biasa akan Yesus.

Sumber : Paul Dailey
Dikutip dari http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/detail/id/57/news/100707110004/limit/0/Menemukan-Kembali-Tuhan-Dalam-Hidup-Anda.html
Diberdayakan oleh Blogger.
  •  

    Copyright 2010 GSJA Serang.

    Theme by WordpressCenter.com.
    Blogger Template by Beta Templates.