Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Bahan Kotbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Bahan Kotbah. Tampilkan semua postingan

23/02/13


Pendahuluan

Power of love jika diterjemahkan secara puitis adalah "kekuatan cinta" tapi jika diterjemahkan secara bebas adalah "cinta mati". Menurut pendapat orang-orang kebanyakan "antara cinta dan benci, beda-beda tipis" nah setipis apa ? entahlah. Tapi menurut saya adalah dalam "cinta kasih sayang", (sayangcintakasih atau kasihsayangcinta) dibalik seperti apapun kata ini maknanya tetap sama, hanya saja dalam cinta ada dua energi besar (kuat) yang mempengaruhinya.
i.   energi positif berasal dari Tuhan (dari atas)
ii.  energi negatif berasal dari manusia atau dari iblis (dari bawah)

Kalau energi posotif berasal dari Tuhan, suci, murni, mulia, tulus dan ikhlas. Plus, panjang umurnya sampai maut memisahkan dan tidak luntur, kuat dan sehat. Kid 8:6  —Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

Kalau energi negatif, berasal dari manusia dan iblis, palsu, munafik, egois, murahan, mudah luntur, rentan terhadap godaan, tidak tahan uji, tidak kuat dan pesakitan. Nah ini sudah dikenal sebagai pangkal perceraian dan kejahatan lainnya, pangkal pertikaian yang spektakuler dan setiap hari selalu hadir dengan modus yang berbeda.

* Mengapa, siapakah yang harus disalahkan, Tuhan ?

Kej 1:31  Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Saya rasa tidak pantas atau tidak layak bagi siapapun menyalahkan Tuhan untuk dosa-dosa dan kedegilan manusia. Tidak ada siapapun yang memiliki bukti untuk menyalahkan Tuhan. Jadi mari kita dengan berjiwa besar mengakui bahwa memang manusia bertanggung jawab atas dosa dan kejahatannya. Itu baru hebat.

Jadi segala akibat dari dosa-dosa kita maka, kita memang pantas untuk membayar harga atas semua itu, tetapi membayar harganya saja itu belum cukup, kita harus mengakuinya dengan jujur kepada Tuhan, nah mengaku dosa adalah cara yang sangat efektif untuk menjadi benar dan menjadi baik. Yes 1:18  Marilah, baiklah kita berperkara! —firman TUHAN—Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
1Yoh 1:9  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.Yoh 8:11  Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
1Kor 15:34  Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.
I Yoh 3:5  Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
6  Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
7  Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
8  barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
9  Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
10  Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Jadi kepada kita ada kasih dan pengampunan dari Tuhan, apapun dosa kita, siapapun kita, ada "cinta matinya" Tuhan. Yohanes 3:16. Ini saya sebut energi positif yang datangnya dari atas.

Cara mencintai, mengasihi, menyayangi menurut pengajaran Tuhan Yesus hanya satu, Rm 12:9  Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
Lalu apakah defini kasih ? saya rasa semua orang percaya sudah tahu itu.I Kor 13:1 ¶  Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
2  Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
3  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.
4 ¶  Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
5  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
6  Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
7  Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
8 ¶  Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

O, anda melakukan banyak bakti sosial, (amal) ? punya karunia bahasa lidah ? lulusan terbaik perguruan tingga terbaik didunia ? bisa semua bahasa didunia bahkan bahasa malaikat ? seorang pejabat gerewi tertinggi, profesor teologi, punya gereja termegah didunia ? pendeta yang diberkati sehingga punya segalanya dan bisa beli apa saja ? Hmm, jika anda masih punya menara kesombongan dan hanya melihat dari jauh saudara-saudara seiman mu yang menderita kekurangan, dan menghakimi "tidak ada roh Tuhan pada mereka" dan masih pura-pura mencintai keluarga supaya dilihat orang harmonis,.......
dan tersenyum simpul sambil bergumam, "terima kasih Tuhan ku karena aku tidak seperti mereka"....maka,
dengan sedih saya harus mengatakan ini  bertobatlah.

Bagaimana mencintai (mengasihi, menyayangi) kalau menurut pandangan manusia ?
Tergantung situasi dan kondisi, tergantung siapa,  dan dimana. tergantung bebet, bibit, bobot, tergantung status ekonomi sosialnya, dst. Ada macam-macam cinta, ada cinta eros, agape, filea dll, ada yang bilang cinta itu unik, abstrak dst.  Jika memang demikian, maka tidaklah mengherankan kalau cinta manusia itu, tidak tahan terhadap godaan, kepada calon suami istri, yang masih barusaha dengan segala cara untuk bisa mendapatkan, kalau sudah dapat lain perkara, atau urusan belakangan, dan  jika ada  suami istri yang menyesali pernikahannya, harap maklum,... seumpama piring kalau sudah pecah, terpaksa ganti baru, ....pernikahan kog seumpama piring pecah, yang bener aja.

Kalau ada suami kepincut wanita lain dan tergila-gila kepada nya, "saya kan manusia biasa, nabi aja bisa salah, rasul aja bisa salah, masak saya gak bisa" ini kan biasa, hari gini gak selingkuh, kuno kali ?! (dalih orang kristen yang belum lahir baru memang seperti ini), kalau ada istri selingkuh, suami bilang "dasar perempuan" dst, jadi tidak heran kalau menikah satu kali tapi selingkuh berkali-kali, atau saling selingkuh. Manusia memang begitu, Lucifer aja yang tadinya malaikat bisa berbuat dosa, masak manusia lebih baik dari malaikat ? Suami boleh cemburu, kan suami kepala ? kalau istri tidak pantas untuk cemburu, sekalipun suaminya mata keranjang, manusia...bukan malaikat. 
Dulu cinta, sekarang lain 'kan biasa, namanya pergaulan ?. Bosan itu kan wajar ? jadi ya maklum lah. dan masih banyak dalih yang ok-ok punya untuk dijadikan alasan pertikaian dalam rumah tangga. 

Orangtua harus bertanggung jawab terhadap anak, kalau anak mah...biasa harus dibesarkan dengan penuh cinta, namanya pan buah cintanya suami istri ? jadi selayaknyalah orangtua teh...menjaga memelihara dan mencukupkan segala kebutuhan anak. Kalau anak mah, nanti, kalau sudah sukses, kaya, baru hormat sama orangtua, sayang sama orangtua. Yang begini ini calon anak-anak durhaka. Belum apa-apa sudah cari alibi untuk melawan orangtua. 

Maaf yang diatas tadi hanyalah sepenggal contoh alasan-alasan mengapa sering terjadi perpecahan.

** Cinta, kasih, sayang  adalah kebutuhan fital jiwa manusia, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi sering sekali menyebabkan manusia menjadi "sakit  jiwa" ( tidak stabil, pemarah, mudah tersinggung, sulit untuk berjuang mempertahankan hidupnya, mudah putus asa dst.) 

Bagaimana saya memenuhi kebutuhan ini ?

Ada kelahiran yang direncanakan oleh orangtua-orangtua atau suami istri yang memang saling mencintai, saling mengasihi dan menyayangi. Ada istri yang menjadi "cinta mati" suaminya, atau sebaliknya. Ada anak-anak yang menjadi "cinta mati" orang-tuanya atau sebaliknya. Bukankah dunia ini akan menjadi lebih semarak, lebih nyaman, lebih damai jika suami, istri, orangtua dan anak atau sebaliknya, seperti demikian.
Tetapi fakta telah memberikan data bahwa jumlah ini tidak banyak, jika ada sepuluh pernikahan maka hanya 3-4 saja yang bisa bertahan sampai selama-lamanya. Dan jika anda seperti saya, yang melakukan pernikahan digereja dan membuat janji dihadapan Tuhan dan manusia, bahwa Mat 19:6  Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Mrk 10:9  Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." "sampai maut memisahkan" dst. Maka ingatlah anda meng-ikut sertakan Tuhan dalam pernikahan janganlah anda melanggar apa yang telah anda putuskan dan janjikan. Tentu sangat memalukan diri anda sendiri jika anda sebagai seorang Kristen, melanggar apa yang anda lakukan. Dan hebatnya lagi, anda berdosa melanggar janji pernikahan anda lalu anda menyalahkan gereja plus pendeta yang memberkati anda, saya harap anda tidak menyalahkan Tuhan dalam pernikahan anda yang anda kacaukan sendiri.

Sesungguhnya siapapun manusia, pasti memiliki rasa yang satu ini. Cinta, kasih, sayang. Jika anda sudah mulai merasa kehilangan 'dia' maka segera secepat-cepatnya untuk mempertahankannya dengan cara yang baik dan benar, maka ibarat bibit jika ditanam ditanah yang baik dan dipelihara dengan semestinya, pasti ia akan tumbuh, berakar dan menghasilkan buah. Cinta tidak pernah benar-benar hilang atau pergi, kecuali kita sendiri yang mengusirnya, mengenyahkannya atau bahkan membunuhnya, ya 'ia' akan pergi atau mungkin akan mati.

Kalau kita mempunyai cinta, kasih, sayang yang memiliki energi positf maka pastikan itu berasal dari atas, dari Tuhan, dari Surga, maka cinta kasih sayang yang demikian seharusnya tidak mudah luntur, tidak lekang oleh waktu, tahan terhadap godaan, tahan terhadap situasi apapun, ia adalah mulia, suci, tulus dan ikhlas serta sampai maut memisahkan. Tidak peduli apakah cinta masih pacaran, suami dan istri, istri dan suami, orangtua dan anak, anak dan orangtua, antar teman atau sahabat, kalau mengandung energi yang positif, segala kumuliaan hanya bagi Tuhan, pasti cinta kasih sayang yang demikian adalah indah dan menyenangkan.

*** Siapakah saya sehingga Ia mengasihi saya ?
Saya adalah seorang yang tadinya bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa dan tidak bisa apa-apa, tadinya berdosa, tetapi syukur kepada Tuhan Yesus yang mengasihi dengan kasih yang kekal, saya terbukti adalah "cinta mati-Nya" Tuhan.  Yoh 3:16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini ( saya dan suami serta anak dan cucu ), sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.Yoh 13:1b ..... Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka (saya dan keluarga) sampai kepada kesudahannya.


1Yoh 4:20  Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
1Yoh 4:21  Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. Amin.
by pdt.lydia k























  


   




























16/04/12


" Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah."

Pendahuluan


Inilah kali yang ke-empat saya mendengar khotbah "menjadi manusia ilahi" dan pengkhotbahnya adalah suami saya sendiri. Saya telah mengajar dikelas PA beberapa tahun lalu dan berkhotbah juga dengan isi yang sama tetapi dengan judul yang berbeda.
Pelajaran Alkitab tentang Roh Kudus dan pelayanannya telah menjadi sangat biasa dikalangan gereja, bagaimana Roh Kudus bekerja dan melawat, namun sayang sekali menjadi tidak berdampak, tidak 'berkuasa' ketika berhadapan dengan dokrin tentang bahwa manusia adalah manusia yang terdiri dari daging dan tulang, begitu lemah dan sangat tidak berdaya, rentan terhadap masalah, sensitif terhadap godaan sehingga wajar sekali untuk "jatuh" bahkan "hancur", "larut" dalam dosa. Ironis.

Beberapa orang digereja kami, setelah babtisan air, absen kebaktian dan alasan mereka sangat manusiawi bahkan alkitabiah "....roh memang penurut tapi daging lemah..." "Tuhan Yesus selesai berpuasa 40hari dan 40malam pun masih dicobai oleh Iblis...wajarkan ? masa'kan saya lebih baik dari Tuhan Yesus ? kalau saya jatuh dalam dosa, maklum dong... manusia.."

Salah kaprah

adalah istilah sehari-hari dan akrab dalam banyak situasi dan keadaan. Tahukah anda apa artinya salahkaprah ? ya saya setuju, artinya sesuatu yang salah/tidak tepat/tidak benar tetapi tetap dilakukan atau dianggap benar karena biasa (umum) setiap orang bisa seperti itu. 
Contoh ? seperti ketika kita mau membeli pompa air, "ko ada sanio ?" "merek apa ?" "Nasional". Contoh lain ? "Bohong ? tak apa kalau untuk kebaikan" adalagi ? wah banyak sekali, seperti menyogok biar lancar. ..menyerobot karena buru-buru dst. Jadi bagaimana ?

Doktrin (pengajaran) sangat penting dalam pertumbuhan rohani, tetapi juga bisa berkembang atau bertumbuh menjadi lebih dalam dan lebih luas. Pengajaran tentang bahwa "manusia" mahluk yang diciptakan dan lemah memang benar, itulah sebabnya sangat perlu pertolongan, sangat perlu belas kasihan, tetapi juga bisa menjadi sempurna dan kudus. Sayang sekali bahwa menjadi kudus dan sempurna tidak menonjol sebaliknya ke-manusiaan lah yang lebih ditonjolkan. Bagaimana kalau pengajaran itu kita perbaiki, kita perdalam dan perkuat bahwa manusia ciptaanNya itu bisa menjadi kudus dan sempurna ? Menjadi manusia Ilahi ?
"Debu kembali kepada debu, roh kembali kepada Penciptanya" adalah ya dan amen, tetapi roh siapa yang kembali kepada Penciptanya ? dan kemana roh itu akan dibawa oleh Penciptanya ? debu kembali kepada debu itu pasti. Bagaimana kalau roh yang meninggalkan tubuh itu dibawa ke neraka ?

Ayat Alkitab yang dipakai.

Mat 5:48  Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Rm 12:2  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
1Kor 13:10  Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
1Ptr 1:16  sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Kis 26:10  Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati.
Rm 1:7  Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.
Rm 12:1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kekudusan dan kesempurnaan haruslah berjalan bersama dalam perjalanan hidup pengikut Kristus. Bagaimanakah hal ini menjadi mungkin ? kapankah itu dimulai ? Apakah dengan begitu serta merta kita menjadi "manusia Ilahi" ?

Bagian ke-I

Ayat Alkitab yang dipakai.

14  Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Pengajaran bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan memang sangat sulit untuk dipahami (bagaimana Ia manusia dan Tuhan ?), tetapi bahwa Ia manusia sama seperti kita adalah fakta. Alkitab mengajar bahwa Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, serta keyakian iman Kristen bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat adalah berdasarkan kasih karunia dan anugerah yang luar biasa.
Yesus memang manusia sama seperti kita, utuh dan nyata, tetapi karena dalam tubuh manusianya juga adalah utuh dan nyata ilahinya maka benar sekali bahwa "...Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa"

Yohanes pasal 3
mencatat satu bagian pelayanan Tuhan Yesus kepada seorang tokoh yang bernama Nikodemus, dialog mereka berkisar tentang kerajaan Surga. Menurut Yesus jika seorang ingin masuk kerajaan Surga harus "dilahirkan kembali" tetapi Tuan Nikodemus sama sekali tidak mengerti, "bagaimanakah mungkin seorang yang sudah tua masuk kedalam rahim ibunya dan lahir kembali ?" Ha...ha...ha... lucu memang, seorang tokoh masyarakat, intelek tapi tidak mengerti apa yang Yesus katakan. 
Ya Tuan Nikodemus berbicara tentang hal jasmani (badani) atau daging (dan tulang ?) sedang Yesus berbicara tentang hal roh, rohani, (yang tidak kelihatan tapi ada), tentang kerajaan Surga, yang dapat pergi atau masuk kesana hanya yang sudah "dilahirkan kembali" dari air dan roh yang artinya roh yang telah dibasuh, disucikan, dikuduskan dan menjadi baru.
"daging adalah daging, roh adalah roh" menurut Rasul Paulus keinginan keduanya sangat berbeda.
ayat 5  Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.


Ayat Alkitab yang dipakai.

2Kor 5:17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Gal 6:15  Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Ada 3 kelompok besar orang yang mengikut Tuhan Yesus

1. Orang Kristen (yang bergereja, tidak bergereja, yang memakai kalung salib, yang berdoa waktu tidur dan bangun tidur, mau makan dan sudah makan, menghafal doa Bapa kami dll)
2. Orang-orang percaya kepada Yesus. (percaya nggak percaya, sudah babtis, sewaktu-waktu jadi jemaat, kalau tidak cocok digereja ini, pindah digereja sana, jadi pemimpin pujian, jadi singer, pemain musik, khotbah, bikin mujizat, kkr, seminar dll)
3. Orang-orang ber-Iman. (susah, senang, sakit, sehat, dijawab, tidak dijawab doanya,dihormati, tidak dihormati, diiming-iming, di phk, kaya, miskin, sukses, gagal, dst dst....) tetap stabil, tetap setia, bahkan difitnah dan disiksa sekalipun, tetap stabil, tetap setia bahkan sampai akhir hayatnya

Ayat Alkitab yang dipakai.

Ibr 11:1  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Yud 1:20  Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.


Bagian ke-II

Hukum Taurat telah memperkenalkan manusia tentang dosa dan bahwa betapa hebatnya dosa itu berperan dalam hidup manusia, serta akibat-akibatnya atas keadaan itu. Hukuman-hukuman yang setimpal seharusnya ditimpakan kepada pelanggar-pelanggar, tetapi Allah Pencipta masih menawarkan jalan keluar bagi mereka yang terjebak didalam.

Hal Kerajaan Surga, bukanlah soal jasmani, makan dan minum, sehat dan sakit, sukses atau gagal, tetapi hal kerajaan Surga itulah hal yang sifatnya rohani. Ilahi. Kudus. Sempurna.
Setiap kali kita sampai kepada bagian ini, maka tidak jarang kita malah menjadi ragu-ragu apakah mungkin saya bisa ?  mampukah saya ? tidak masuk akal menjadi kudus, sempurna dan ilahi dizaman ini, (sambil menggelengkan kepala dan berwajah muram seakan-akan "kayaknya aku nggak sanggup deh, kalau kayak begini")
"Menjadi manusia Ilahi, (Kudus dan sempurna) tidak mengubah saya ,menjadi malaikat dengan wajah cantik rupawan, tidak mengubah saya menjadi berjalan diudara. Tetapi menjadikan saya percaya diri dan berani mengatakan TIDAK kepada dosa. Apapun alasannya. Wah, hebat !!! Wah, ada yang tidak beres nih !? ( mungkin anda bergumam demikian). 

Mari kita buktikan

Ayat Alkitab yang dipakai.

Yohanes 7:38  Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."

Yohanes pasal 8 adalah catatan pelayanan Yesus yang bersentuhan dengan pelanggaran moral, perzinahan.
ayat 10  Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
ayat 11  Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Kalimat yang sederhana tetapi mengandung makna yang tegas dari Yesus, "Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Yohanes pasal 8 
Orang-orang Farisi berdebat dengan Yesus tentang ke-berada-an Nya Yesus.
ayat 47  Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."

Jelas yang berasal dari Allah ialah hal Firman Nya tentang Kerajaan Allah serta KebenaranNya dan bersifat rohani, tidak mungkin diterima, dipahami oleh orang-orang yang tidak berasal dari sumber yang sama.
Yohanes 14:15 ¶  "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.
ayat 16  Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
ayat 17  yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Yohanes 14:23  Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.24  Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.25 ¶  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;26  tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. 27  Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.


Ketika seseorang menjadi percaya kepada Firman Kebenaran bahwa Yesus adalah jalan kepada Surga, maka selayaknya orang tersebut memahami dengan benar maksud dari setiap perkataan Yesus.
  • yang percaya > akan mengasihi
  • yang mengasihi > akan menuruti (taat) kepada FirmanNya
  • yang taat kepada FirmanNya > hidup didalamNya
  • yang hidup didalam KebenaranNya > yang diberikan Penolong yaitu Roh Kebenaran
  • siapakah Roh Kebenaran > ialah Roh yang Kudus atau Roh Kudus.
  • Mengapa Roh Kudus > karena yang percaya kepadaNya telah dikuduskan, disucikan, dikaruniakan benih Ilahi, ketika kelahiran baru itu terjadi,
  • pada waktu mana ? > pada waktu kita percaya dan mengambil keputusan mengikut Dia dan hidup didalamNya, menjadi milikNya maka, itulah ciptaan yang baru.
Kelahiran baru adalah kelahiran secara rohani dan terjadi ketika benih Ilahi itu ada dalam roh kita, 

Ayat Alkitab yang dipakai.

Rm 8:15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
Gal 4:6  Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Jadi bagaimana sekarang, sanggupkah kita ?

Lihat lagi


Ayat Alkitab yang dipakai.

Galatia pasal 5
1 ¶  Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
2  Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
3  Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
4  Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
5  Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.
6  Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
7  Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?
8  Ajakan untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia, yang memanggil kamu.
9  Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.
10  Dalam Tuhan aku yakin tentang kamu, bahwa kamu tidak mempunyai pendirian lain dari pada pendirian ini. Tetapi barangsiapa yang mengacaukan kamu, ia akan menanggung hukumannya, siapapun juga dia.
11  Dan lagi aku ini, saudara-saudara, jikalau aku masih memberitakan sunat, mengapakah aku masih dianiaya juga? Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi.
12  Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!
13 ¶  Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
14  Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"
15  Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
16  Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
17  Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging—karena keduanya bertentangan—sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
18  Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
19  Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
20  penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
21  kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu—seperti yang telah kubuat dahulu—bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
22  Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
23  kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
24  Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
25  Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
26  dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Lalu ?


Jikalau kita hidup oleh Roh.....baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. Jikalau Roh Nya yang Kudus itu diam didalam kita dan firmanNya hidup didalam kita, bukankah kita patut berbangga ?  Tunggu dulu ! maksudnya adalah kalau memang kita sudah menjadi anak-Nya, maka sifat dan karakternya juga haruslah sama dengan Bapa ? jadi sangatlah layak jika saya memancarkan kemuliaan Bapa saya, bukankah begitu ? Baiklah, itu berarti juga bahwa benih ilahi itu menjadikan saya ciptaan yang baru. Amin ! 

Satu lagi...!


Ayat Alkitab yang dipakai.

I Yohanes 2
28 ¶  Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
29  Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
I Yoanes 3
1 ¶  Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
2  Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3  Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
4 ¶  Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
5  Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.6  Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.7  Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;8  barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.9  Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
10  Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.
11 ¶  Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
12  bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
13  Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
14 ¶  Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
15  Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
16  Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.

Bagian akhir

Kalau ada orang Kristen masih berani berbuat dosa apapun alasannya, maka  jangan berharap untuk masuk dalam Kerajaan Surga. Kalau ada keluarga ku atau jemaat GSJA Serang yang masih seperti ini maka segera ambil keputusan sekarang untuk ikut Tuhan Yesus dengan benar, pakai Kebenaran Tuhan Yesus JANGAN pakai kebenarannya sendiri. Kalau sampai ada yang jatuh dalam dosa ?  Ya, anda sudah tahu jawabannya. Pertama anda tidak benar-benar lahir baru. Kedua, anda tidak lahir dari roh Kudus, ketiga anda tidak paham maksud Yesus seperti Tuan Nikodemus, keempat, anda memang belum lahir baru,....alias baru jadi orang kristen.......dst dan bukankah andapun sudah tahu bahwa anda sedang menuju ke neraka ? . Karena tidak mungkin Roh Kudus, benih Ilahi menghasilkan yang tidak kudus atau merestui melakukan dosa atau hal yang tidak kudus lainnya. Bukankah ?
Ya, ikut Tuhan Yesus memang harus pikul salib, tinggalkan dosa dan penuh keberanian/percaya diri untuk mengatakan TIDAK kepada dosa. Bisa ! itulah sebabnya Yesus berkata "aku akan minta kepada Bapa...Penolong yang lain untuk menyertai kamu sampai kesudahan alam..."

Ini hanya se-penggal pengetahuan saya, sekiranya terdapat perbedaan, biarlah itu menjadi bagian proses bertumbuhnya iman kita. Bahan ini sangat sulit dibuat sehingga mudah untuk dicerna, mohon sempurnakan lagi bagi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Amin. by pdt.lydia k


26/11/11









Salah lihat,salah dengar,salah berbuat . khotbah tgl.27 juni 2010 pagi-sore. Pdt.Lydia Kumolontang


Sir Percival Lowell adalah astronom ternama pada akhir abad ke-19. Ketika melihat planet Mars dari teleskop raksasa di Arizona, ia melihat ada garis-garis di planet itu. Menurutnya, itu adalah kanal-kanal buatan makhluk planet Mars. Lowell mengabdikan seluruh hidupnya untuk memetakan garis-garis itu. Namun, foto satelit  kini membuktikan tidak ada kanal di Mars. Lantas apa yang dilihat Lowell? Ternyata ia melihat pembuluh-pembuluh darah di matanya sendiri saat melihat teleskop! Ia menderita penyakit langka yang kini disebut “Sindrom Lowell”.

TEX :
Bacaan ayat - ayat hari ini : 
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku  mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan  melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


Salah melihat/menilai manusia adalah hal yang wajar.
Mengapa karena sifatnya memang demikian, manusiawi sekali  jika seseorang salah menilai atau salah paham terhadap satu sama lain.
Tetapi bagaimana kalau salah menilai Tuhan ? salah paham terhadap jalan-jalanNya Tuhan ?
Apa yang harus kita lakukan ? Mengapa kita selalu salah melihat / pandang ?

Dua masalah utama yang menjadi penyebabnya.


1.      Pendengaran Nya tidak tajam

1Sam 3:10  Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."

Pendengaran yang baik adalah kunci suksesnya suatu pekerjaan atau suatu misi, selain kepandaian.

1Sam 15:22  Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan"
2.   
      Ke-tidak taat-an

Selama kedua perkara ini kita tidak  memberikan perhatian yang sungguh-2,  maka tetap saja tidak akan ada perubahan secara signifikan (?) Berarti/penting/makna = tidak akan mengubah apa-2
Bagaimana kita dapat taat sementara kita tidak mendengarkan 
dengan baik 
Bagaimana menghasilkan/memberi dampak  sementara kita tidak taat ?

1 ¶  Pada hari itu juga Yesus meninggalkan rumah itu lalu pergi ke tepi danau dan duduk di situ.2  Banyak sekali orang yang berkumpul di sekeliling Yesus, karena itu Ia pergi duduk di dalam perahu, sedangkan orang banyak itu berdiri di pantai.3  Lalu Yesus mengajar banyak hal kepada mereka dengan memakai perumpamaan. "Seorang petani pergi menabur benih," demikianlah Yesus mulai dengan cerita-Nya.4  "Ketika sedang menabur, ada benih yang jatuh di jalan. Lalu burung datang dan benih itu dimakan habis.5  Ada juga yang jatuh di tempat berbatu-batu, yang tanahnya sedikit. Benih-benih itu segera tumbuh karena kurang tanah.6  Tetapi waktu matahari sudah naik, tunas-tunas itu mulai layu, kemudian kering dan mati karena akarnya tidak masuk cukup dalam.7  Ada pula benih yang jatuh di tengah semak berduri. Semak berduri itu tumbuh dan menghimpit tunas-tunas itu sampai mati.8  Tetapi ada juga benih yang jatuh di tanah yang subur, lalu berbuah; ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada juga yang tiga puluh kali lipat."9  Sesudah menceritakan perumpamaan itu Yesus berkata, "Kalau punya telinga, dengarkan!"10  Kemudian pengikut-pengikut Yesus datang dan bertanya kepada-Nya, "Mengapa Bapak memakai perumpamaan kalau berbicara dengan orang banyak itu?"11  Yesus menjawab, "Sebab kalian sudah diberi anugerah untuk mengetahui rahasia tentang bagaimana Allah memerintah, sedangkan mereka tidak.12  Karena orang yang sudah mempunyai, akan diberi lebih banyak lagi, dan ia akan berkelebihan. Tetapi orang yang tidak mempunyai apa-apa, maka sedikit yang ada padanya malah akan diambil.13  Itulah sebabnya Aku memakai perumpamaan kalau berbicara dengan orang banyak, karena mereka melihat, tetapi seperti orang yang tidak melihat; mereka mendengar tetapi seperti orang yang tidak mendengar dan tidak mengerti.14  Dengan itu terjadilah yang dinubuatkan Nabi Yesaya, ‘Allah berkata: Mereka akan terus mendengar tetapi tidak mengerti; mereka akan terus memperhatikan tetapi tidak tahu apa yang terjadi.15  Sebab pikiran orang-orang ini sudah menjadi tumpul, telinga mereka sudah menjadi tuli dan mata mereka sudah dipejamkan. Ini terjadi supaya mata mereka jangan melihat, telinga mereka jangan mendengar, pikiran mereka jangan mengerti dan jangan kembali kepada-Ku, lalu Aku menyembuhkan mereka.’"16  "Tetapi alangkah beruntungnya kalian," kata Yesus kepada pengikut-pengikut-Nya, "sebab kalian sungguh melihat dan mendengar.17  Ingatlah, banyak nabi dan orang yang taat kepada Allah ingin melihat yang kalian lihat sekarang ini, tetapi mereka tidak melihatnya. Mereka ingin mendengar apa yang kalian dengar sekarang ini, tetapi mereka tidak mendengarnya."18  "Dengarlah apa arti perumpamaan tentang penabur itu.19  Benih yang jatuh di jalan ibarat orang-orang yang mendengar kabar tentang bagaimana Allah memerintah, tetapi tidak mengerti. Si Jahat itu datang dan merampas apa yang sudah ditabur dalam hati mereka.20  Benih yang jatuh di tempat yang berbatu-batu, ibarat orang-orang yang mendengar kabar itu, dan langsung menerimanya dengan senang hati.21  Tetapi kabar itu tidak berakar dalam hati mereka, sehingga tidak tahan lama. Begitu mereka menderita kesusahan atau penganiayaan karena kabar itu, langsung mereka murtad.22  Benih yang jatuh di tengah-tengah semak berduri ibarat orang-orang yang mendengar kabar itu, tetapi khawatir tentang hidup mereka dan ingin hidup mewah. Karena itu kabar dari Allah terhimpit di dalam hati mereka sehingga tidak berbuah.23  Dan benih yang jatuh di tanah yang subur ibarat orang-orang yang mendengar kabar itu dan memahaminya. Mereka berbuah banyak, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh kali lipat hasilnya."

Kesimpulan

Pendengaran yang baik akan memberi dampak yang luar biasa kepada hasil akhir dari pekerjaan seseorang. Artinya ketika seseorang memperhatikan dengan sungguh-2 setiap rincian penjelasan dan menganggap hal itu penting bagi kelangsungan hidupnya, maka kemungkinan kekeliruan/kesalah pahaman dalam pelaksanaan itu akan sangat kecil.
Fokus kepada, bahwa sikap/perilaku  kita adalah khotbah yang hidup yang pasti dibaca oleh semua orang. Ketika kita memperhatikan  firman Tuhan dengan serius , maka setiap kali juga kita akan belajar melihat balok yang ada dimata kita, sehingga kita tidak salah melihat/menilai.orang lain terutama Tuhan.
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10/11/11

Berdoa  bagian II  “mengapa harus berdoa”

Tex :

Lukas 21:36  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
Ef 6:18  dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
1Tes 5:17  Tetaplah berdoa.
Yak 4:2  Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
Yak 4:3  Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
Yak 5:13  Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!

Pendahuluan

Doa adalah :
“Sebuah “alat” atau “fasilitas” yang Allah sediakan bagi orang percaya untuk berkomunikasi denganNya.“ (menurut pendapat saya).

Saya belum pernah berdoa kepada orangtua saya untuk hal apapun. Tetapi sebagai anak saya sering berkomunikasi dengan mereka alias sering bicara, adakalanya berdebat, adakalanya meminta, adakalanya menyakiti mereka, adakalanya menghibur mereka, ya apa saja.Dulu saya dekat dengan mereka, tetapi karena saya hidup dirantau orang maka, kalau mau bicara dengan mereka akhir-akhir ini harus menggunakan alat; telepon atau handphone yang lebih canggih. Karena biayanya cukup mahal (pakai pulsa, meskipun jaringan sering tidak lancar), maka bicaranya kapan-kapan, atau sewaktu-waktu bila ada keperluan atau yang penting-penting atau darurat. Demikian juga sebaliknya.
Tetapi kepada Tuhan saya berdoa. Gratis, kapan saja, dimana saja, dan untuk segala perkara dalam hidup saya. Saya mempunyai seribu satu alasan untuk berdoa.

Tapi disini saya sebutkan 5 ( lima ) alasan saja yang pokok.
1.  
       1Doa membangun hubungan
     
     Dengan berdoa saya menjalin hubungan atau persekutuan dengan Bapa surgawi. Bapa mendengarkan saya, dan saya mendengarkan Bapa saya dan melakukan apa yang Bapa mau saya lakukan. Saya tidak berlu bertapa untuk mendengarkan apa yang Bapa surgawi inginkan dari saya, saya cukup memohon hikmat agar mengerti FirmanNya. Alkitab adalah jawabannya, saya hanya perlu melakukannya.
2.  
       2. Doa menghadirkan cara atau campur tangan Tuhan
     
     Setiap kali kita berdoa, seringkali kita menuntut janjiNya, ...bukankah Engkau berjanji mengabulkan permintaan ku, menyertai ku, menolongku, menghiburku, menopangku dll. Tetapi jangan yang ini Tuhan, jangan begitu Tuhan. Saya maunya yang itu, begini aja Tuhan. Yang artinya kita selalu saja tidak siap mengikuti caraNya Tuhan. Adakalanya  yang saya tidak bisa, malah menjadi bisa ketika saya berserah. Mengizinkan Tuhan mengambil alih rencana kita adalah keputusan yang sangat berani dan hebat. Itu artinya iman kita bertumbuh.
3.     
3      3. Doa memberikan spirit baru setiap hari
     
     Dunia ini tidak menjadi semakin baik. Semua orang was-was ketika bangun pagi hari. Sadar bahwa banyak persoalan siap menghadang, banyak kebutuhan harus dipenuhi, menghadapi lingkungan dan situasi yang bakal ruwet. Tetapi orang percaya tahu bagaimana menyikapinya kerena mereka tetap berdoa. Keadaan sering membuat stres, bahkan depresi. Tetapi kasih setia Tuhanlah yang memberi semangat baru setiap hari dan selalu akan baru. Tuhan adalah konselor yang tahu dengan tepat bagaimana menghadapi dunia ini. Dan Dia akan memberitahukan kepada anak-anakNya, bagaimana menghadapi dunia ini.
4.    
4       4. Doa menghadirkan mujizat
     
     Apakah artinya ? Uang bisa dicari, kedudukan, kehormatan dan semua materi bisa dicari. Ilmu Pengetahuan dan teknologi semakin canggih, konsultan ekonomi semakin jenius, alat kedokteran semakin mutakhir, namun sayang masih banyak orang sakit jiwa karena tidak tahan menghadapi semua itu, penyakit yang canggihpun terus bermunculan. Ketika semua itu tidak dapat menolong ketika kita memerlukannya, tidak adalagi harapan untuk menyembuhkan penyakit HIV, kanker stadium lanjut, dan masih banyak lagi. Semua tidak bisa, tapi mujizat itu masih ada dan nyata ketika kita berdoa. Yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan yang tadinya tidak ada dapat menjadi ada.
5.     
5      5. Doa menyelamatkan
     
     Melalui doa orang-orang percaya lainnya maka saya diselamatkan. Doa syafaat dapat menyelamatkan orang-orang yang membutuhkan keselamatan. Banyak orang mau menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya hanya ketika kita berdoa, dengan kesaksian dan khotbah atau penginjilan seringkali kita ditolak mentah-mentah, tetapi dengan berdoa ada keselamatan bagi orang-orang yang tepat. Marilah terus berdoa.

  Kesimpulan

Dengan doa orang percaya akan semakin mengenal Bapanya. Bapa surgawi tahu mana yang kita bisa lakukan dan mana yang tidak bisa atau yang tidak mungkin kita lakukan. Doa mendekatkan kita dengan Bapa surgawi, doa menyelamatkan dari hukuman, melindungi dari marabahaya, memberi kekuatan dalam penderitaan, menyembuhkan sakit penyakit, memberi damai dan sukacita, memberi kemenangan atas pencobaan bahkan melindungi orang percaya/anak-anakNya dari kuasa setan. Amin  





09/11/11









Khotbah tanggal 02 Oktober 2011. 
Pdt. Lydia Kumolontang
Ibadah umum  pagi dan sore.

Berdoa bagian I

Tex     :  Matius 6:5-15, Markus 11:25, Matius 7:7-12, Yakobus 5:16 b,
              I Petrus 3:12.

Pendahuluan

Judul klasik, sangat biasa, umum, semua orang sudah tahu dan sering dengar, namun sayang sekali tidak semua mengerti dan melakukannya dengan benar.

1.     Metode berdoa  Tuhan Yesus. Matius 6:5-8
·        Jangan munafik. Panjang-panjang, bertele-tele, dan supaya dilihat orang alias pamer.
·        Masuk kamar, tutup pintu. Apa adanya. Hanya Bapa yang mengerti.
2.     Intisari doa
·        Siapakah yang berdoa dan kepada siapa ? Anak (orang percaya) kepada Bapanya. Ayat 9 “Bapa kami yang disurga.” Anak hanya boleh meminta kepada bapaknya, jika ia meminta sesuatu kepada orang lain maka ia mempermalukan bapaknya. Dan mungkin ia akan mendapat gelar kehormatan baru sebagai “pengemis.”
·        Prioritas doa. “jadilah kehendak Mu” ayat 10
·        Kepuasan. Berdoa hari ini untuk hari ini. Hidup manusia hanya untuk hari ini. Besok ? ayat 34.
·        Mengampuni adalah kunci dari doa yang berkualitas. Ayat 12, 14, 15 jangan berdoa jika tidak siap untuk mengampuni. Sia-sia ! ya apapun dosa dan kesalahan yang orang lain lakukan terhadap kita. Ampunilah. Ini sangat menguntungkan bagi yang mengampuni.
·        Ujian. kasih yang sejati harus melewati ujian/tantangan. Melalui doa orang percaya harus lebih kuat, lebih berani berhadapan dengan ujian, siap untuk naik tingkat berikut. Ayat  13. Jika kita tidak siap untuk bertumbuh, maka tidak siap juga menghadapi tantangan.

Kesimpulan 
Doa yang benar berasal dari orang yang benar juga. Pelajari kebenarannya sebelum berdoa.
Tidak ada doa yang tidak ada jawabannya. Namun manusia seringkali sangat tidak siap menerima jawaban atas doanya sendiri.

10/08/10


Thema                                : Anugerah Pilihan
Teks                                     : Kejadian 3:1-24
Pendahuluan                  :
Pada teks pembacaan kita LAI memberikan thema “Kejatuhan manusia dalam DOSA” tapi sebenarnya kalau kita mau teliti lebih lanjut lagi dari teks ini maka ada hal yang lain yang Firman Tuhan singkapkan bagi itu yaitu salah satu penyebab manusia pertama jatuh kedalam dosa itu sendiri.
Setiap orang yang membaca teks ini akan langsung mengatakan bahwa manusia jatuh kedalam DOSA adalah kesalahan daripada “ULAR”. Memang hal itu benar namun bukan semata-mata hanya karena ular melainkan ada pihak yang lain yaitu “MANUSIA” itu sendiri. Dimana pada saat kita melihat ayat demi ayat maka nyata bahwa rupanya manusia bisa jatuh kedalam dosa kekal karena adanya keinginan ataupun campur tangan manusia itu sendiri, biarpun di katakan dalam ayat ke 13 bahwa ular yang telah memperdaya perempuan itu untuk melakukan, tapi kalau kita mau jujur bukankah Allah juga memberikan kesempatan untuk memilih kepada manusia. Ini bisa di buktikan dari ayat atau perikop sebelumnya Pasal 2:16-17, dimana Allah juga memberikan peringatan kepada manusia bahwa semua jenis tananam pohon yang menghasilkan buah boleh dimakan terkecuali pohon kehidupan dan pohon pengetahuan tentang baik dan jahat.
Dari hal inilah yang harus kita perhatikan dengan baik bahwa pada dasarnya Allah telah memberikan Anugerah yang luar biasa kepada setiap ciptaannya terkhusus MANUSIA.
Kalimat Proposisi       :
Anugerah Allah kepada manusia adalah memberikan kepada semua manusia dengan kesempatan memilih yang terbaik untuk hidup mereka.
Kalimat Tanya               :
Hal apa yang membuat manusia bisa memilih untuk tidak mendapatkan kesempatan yang terbaik dari Allah?
Kalimat Peralihan       :
Beberapa hal yang membuat manusia tidak memilih kesempatan terbaik dari Allah yaitu

Bagian Pertama
Manusia lebih memilih untuk menyalahkan orang lain daripada untuk mengakui bahwa itu adalah kesalahannya.
Hal inilah yang dilakukan oleh Hawa pada saat Allah bertanya kepadanya.
Dimana dalam ayat ke 13 dikatakan “Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: apakah yang telah kauperbuat ini? jawab perempuan itu: Ular itu yang memperdaya aku,maka kumakan.
Sekilas di dalam ayat ini memang benar itu adalah kesalahan ular yang telah mengajak atau menganjurkan kepada manusia itu untuk makan buah yang dilarang oleh Allah. Namun bukankah perempuan itu juga sudah mendengar dari Adam bahwa semua buah dari pohon di taman Eden ini boleh dimakan kecuali buah kehidupan dan buah pohon pengetahuan baik dan jahat tidak boleh dimakan ( ayat 2-3). Dari jawaban yang diberikan perempuan kepada ular di teks ini dengan jelas bahwa perempuan itu sudah tahu larangan tersebut namun ia tetap memilih untuk melanggarnya.
Bukankah sangat tidak fer kalau kita mengatakan bahwa manusia jatuh kedalam dosa karena ular, seharusnya kita juga mengatakan karena perempuan itu juga atau kita sebut Hawa.
Sebab dengan jelas Hawa sudah tahu itu dilarang Tuhan namun ia tetap memilih untuk memakannya. Dan yang lebih celakanya adalah ia coba melemparkan KESALAHANNYA kepada ular bahwa ularlah yang telah memperdaya dia untuk makan buah itu.
Satu kejadian yang sangat ironis dan dramatis, dimana keadaan itu juga terjadi saat sekarang ini di dalam hidup kita mengiring Tuhan. Banyak di antara anak Tuhan suka menyalahkan orang lain pada saat mengalami satu keadaan, situasi, kondisi, masalah yang tidak dapat di selesaikannya. Mereka suka mengatakan kalimat “Dia sih.....”, “iya itu gara-gara dia....”, “coba kalau dia ikut kata saya.....”, makanya ikut saya dong, kan jadinya tidak seperti ini....kamu sih bandel....”
Semua kalimat ini sudah pasti tidak asing di telinga kita. Dan semua orang suka melakukannya.
Bapak ibu saudara/i yang saya kasih dalam Tuhan, marilah kita sadari bahwa sesungguhnya Allah telah memberikan kepada kita pilihan yang terbaik disetiap persoalan, baik yang persoalan yang berat, persoalan yang ringan semuanya Allah memberikan pilihan kepada kita...
Sekarang yang terpenting apakah kita mau memilih yang terbaik atau justru memilih untuk menyalahkan orang lain dengan kondisi yang kita hadapi!!
Ini adalah hal yang pertama dalam pilihan manusia untuk tidak memilih yang terbaik dari Allah yaitu menyalahkan orang lain. Dan hal yang kedua adalah........

Bagian kedua
Manusia lebih memilih untuk menyalahkan Tuhan Sang Pencipta dan pemberi pilihan itu sendiri atas hidupnya.
Bapak ibu saudara/i sekalian ini lebih para dari hal yang pertama, dimana pada pilihan pertama manusia lebih memilih untuk menyalah orang yang ada disekitarnya. Tetapi di hal kedua ini kalau saya boleh pakai kata yang kasar “manusia tidak tahu diri” menyalah Tuhan sang Pencipta dan pemberi sumber pilihan hidup itu sendiri.
Dalam ayat ke 12 mengatakan “ Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.
Bapak ibu saudara/i sekalian ini sama saja pernyataan yang kalau saya tafsirkan laki-laki ini ingin mengatakan kepada Allah bahwa “ Allah ini lho perempuan yang kamu tempatkan di sisiku yang kasi, coba kalau Allah tidak kasi dia di sisi ku, aku kan pasti tidak akan makan buah itu” .
Bapak ibu bisa melihat bagaimana kurang ajarnya manusia ciptaan ini, dia berani menyalahkan Allah bahwa karena Allah telah memberikan perempuan itu kepadanya makanya dia makan buah itu.
Bukankah seharusnya laki-laki itu lebih lagi mengerti akan perintah dan larangan dari Allah sebab pada saat taman eden di ciptakan oleh Allah manusia itu masih sendiri, dan pada saat itu jugalah Allah memberikan perintah bahwa buah pohon pengetahuan baik dan jahat tidak boleh dimakan (pasal 2:16-17), tetapi dengan tidak malu dan tidak mau tahu dia justru menyalah Allah.
Sungguh sangat menyedihkan, kalau saya sebagai penciptanya sudah tak hancurin kali ya.....hahaha....
Inilah yang terjadi Bapak Ibu Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan....
Kecenderungan kita untuk menyalahkan selalu ada dalam kehidupan kita sebagai orang percaya...bahkan kita tidak pernah tahu malu mengatakan “Allah sih tidak mengasihi saya.....”, “Tuhan tidak memperhatikan saya...”, “Tuhan jauh dari saya....”gimana mau dekat ke gereja pada saat PasNal aja (maksud saya Paskah dan Natal)....
Gimana Tuhan mau perhatikan dia lah wong kalau di suruh ke gereja tarsok tarsok.....
Gimana Tuhan mengasihi dia lah wong di suruh setia dalam membayar persepuluhan aja, nanti deh Tuhan saya masih butuh nih....
Semua keadaan diatas adalah keadaan yang sangat memalukan kalau kita menperkatakannya...sebab justru karena KASIH Allah, karena PERHATIAN Allah dan juga karena KEDEKATAN Allah kepada kitalah kita bisa hidup sampai sekarang ini....
Bayangkan kalau Allah jauh dari kita, apa yang kita bisa lakukan di dalam hidup kita? Apakah kita mampu menumbuhkan tanaman padi dengan pikiran kita yang pintar atau keahlian kita yang jenius, bukankah semua kepintaran dan kejeniusan kita juga dari otak yang adalah merupakan pemberian Tuhan...
Sangat disayangkan kalau hidup kita di muka bumi ini dengan selalu memilih untuk menyalah Tuhan dengan keadaan yang kita alami....
Tetapi alangkah indahnya kalau kita mau menyadari dan justru berharap serta bersandar kepada Allah pada saat masalah itu menghampiri kita maka semuanya akan di selesai oleh Tuhan dengan luar biasa....

Kesimpulan                 :
Dari kesemua hal di atas saya berharap kita semua menyadari bahwa janganlah kita hidup dengan selalu menyalahkan orang lain bahwa lebih lagi kepada Tuhan.
Sebab kehidupan kita ada sampai saat ini semua oleh karena Anugerah Pilihan dari Allah sendiri untuk bisa kita pakai bagi kemuliaan namaNya...
Tuhan memberkati

Lagu : Besar Anugerahmu
Oleh: Edi Tanadi
Diberdayakan oleh Blogger.
  •  

    Copyright 2010 GSJA Serang.

    Theme by WordpressCenter.com.
    Blogger Template by Beta Templates.